Karyawan PT AMG Dihajar Warga Hingga Babak Belur

Salah seorang karyawan PT AMG mengalami luka cukup parah setelah dihajar massa

LOMBOKita ‎- Menager PT Anugerah Mitra Graha (AMG) NTB, Alung bersama dengan tiga orang karyawannya diserang ratusan warga Pohgading Timur, Minggu siang (19|8) sekitar pukul 12.00 Wita. Penyerangan itu dilakukan saat manager dan karyawanb akan pulang setelah survei lokasi abrasi di wilayah pantai Pohgading Timur.

Akibatnya, Menager dan karyawan PT AMG babak belur dihajar massa. Beruntung, berhasil dievakuasi aparat kepolisian dan TNI, dan langsung dibawa ke RSUD Selong untuk mendapatkan parawatan intensif.

Kasus tersebut sudah ditangani pihak kepolisian guna proses hukum dan pengembangan penyelidiki lebih lanjut.

“Memang betul karyawan PT AMG diserang sama warga, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan, karena luka serius,” kata anggota Polsek Pringgebaya.

Hal ini dibenarkan Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pringgebaya, Ahmad Masfu’ saat dikonfirmasi media ini. “Memang betul karyawan PT AMG dipukul sama warga saat pulang meninjau lokasi di wilayah Pohgading Timur,” tegasnya.

Ia menjelaskan sementara tiga orang karyawan PT AMG di rawat di rumah sakit,bahkan satu diantaranya harus di rujuk ke Rumah Sakit Provinsi di Mataram. Karena luka yang sangat serius dialaminya akibat kejadian itu.

“Dari tiga korban itu satu di rujuk ke Mataram,karena mengalami luka serius,” ujar Masfu’.‎

Selain itu,lanjut Masfu, dari informasi yang diterima kalau karyawan PT AMG ke lokasi tambang. Dengan tujuan untuk mengambil sample abrasi pantai.

Akan tapi masyarakat keburu terprovokasi sehingga terjadi kasus tersebut. Dengan adanya korban di pihak karyawan PT AMG‎

” Kami sebenarnya sudah ingatkan PT AMG agar apapun aktivitasnya harus berkoordinasi dengan Muspika, tapi mereka tidak diindahkan maka terjadilah apa yang kami khawatirkan,” tandas Camat Pringgebaya.

Sementara pihak PT AMG sampai berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi guna melakukan konfirmasi akibat kejadian tersebut.‎

Begitu Kapolsek Pringgebaya, AKP Sari Mukmin sampai berita ini diturunkan belum bisa dihubungi untuk meminta konfirmasi atas kejadian tersebut.