Kadispar Lotim Tak Hadiri Hearing,Ketua KSPN Lotim Gebrak Meja Di Depan Anggota DPRD
LOMBOKita – Ketua Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Lombok Timur, Muhyi menggebrak meja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim, sambil memukul meja itu dengan tangannya, sehingga membuat Wakil Ketua DPRD Lotim, H.Ruhaiman,Ketua Komisi III DPRD Lotim, H.Saipul Bahri bersama anggota DPRD dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadi kaget.
Apa yang dilakukan Ketua KSPN Lotim sebagai wujud aksi protes atas ketidakhadiran Kepala Dinas Pariwisata Lotim,Dr. H. Mugni dalam hearing masalah dugaan pungutan liar di obyek wisata Otak Kokok Joben,Kamis (12/12). Meski telah dilayangkan undangan, akan tapi justru yang hadir adalah stafnya yang tidak bisa mengambil kebijakan.
” Percuma kita lanjutnya kegiatan hearing ini, kalau Kadis Pariwisata Lotim tidak hadir,” tegas Muhyi sambil mengebrak meja dengan meminta kepada Ketua Komisi III DPRD Lotim untuk menghentikan kegiatan hearing tersebut.
Selain itu, setelah menggebrak meja, kemudian Ketua KSPN Lotim keluar dari dalam hearing tersebut. Untuk kemudian masuk kembali sambil berteriak dan menunjukkan kepada pimpinan hearing untuk melanjutkan kegiatan hearing, tanpa kedatangan Kadispar Lotim.
” Pimpinan rapat jangan lanjutkan hearing ini percuma saja yang menjadi topik permasalahan tidak datang, maka lebih baik ditutup saja, ” teriaknya lagi sambil menarik baju anggota KSPN Lotim yang masih didalam untuk keluar ruangan hearing.
Peda kesempatan itu, Ketua KSPN Lotim, Muhyi juga meminta kapada Bupati Lotim untuk mengganti Kadispar Lotim bersama dengan pejabat-pejabat yang ada di Dispar Lotim, karena dianggap tidak bisa menjalankan tugas untuk memajukan pariwisata di Lotim.
” Bupati harus mengganti Kadispar dan Kabid maupun pejabat lainnya di Dispar Lotim, dengan memilih orang yang faham dan bisa mengurus pariwisata di Lotim untuk lebih maju,” tegas Muhyi.
Kemudian setelah didesak terus menerus, akhirnya Ketua Komisi III DPRD Lotim, H.Saipul Bahri menghentikan kegiatan hearing tersebut sesuai permintaan Ketua KSPN Lotim. Dengan akan mengagendakan kembali agar Kadispar Lotim hadir dalam kegiatan hearing tersebut.
” Kami akan agendakan kegiatan hearing ini dengan memastikan Kadispar Lotim bersama OPD yang ada sangkut pautnya dengan masalah yang diangkat KSPN untuk hadir, karena ini permasalahan serius yang harus segera diselesaikan,” kata Saipul Bahri.
Begitu juga halnya Ketua KSPN NTB, L>Iswan Muliadi menegaskan pihaknya kecewa dengan Kadispar Lotim yang tidak hadir dalam hearing ini,sehingga ini menandakan kalau lembaga legislatif tidak memiliki taji. Karena tidak bisa menghadirkan seorang Kadispar Lotim.
” Kami tidak ingin wibawa lembaga DPRD Lotim menjadi tidak baik, hanya masalah tidak bisa menghadirkan seorang Kadis, padahal dewan memiliki kekuatan untuk melakukan pemanggilan seorang Kadis dan itu harus dilakukan,” tegas Iswan Muliadi.
Hal yang sama dikatakan Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Ruhaiman menegaskan pihaknya sangat kecewa dengan tidak hadirnya Kadispar Lotim dalam kegiatan hearing ini, padahal surat undangan sudah kami layangkan. Sehingga ini menjadi perhatian kedepannya.
” Terus terang saya sangat kecewa dengan Kadispar Lotim yang tidak hadir dalam kegiatan hearing ini, untuk bersama-sama menyelesaikan masalah yang menyangkut lokasi wisata Joben,” tegasnya.
Sementara perwakilan Dispar Lotim, Saidin mengaku dirinya diperintahkan Sekdis untuk datang menghadiri kegiatan hearing ini, karena Kadis kebetulan sedang melaksanakan study banding ke Banyuwangi.
Sedangkan mengenai masalah yang dibahas dirinya tidak bisa mengambil keputusan, melainkan hanya sebatas menampung saja untuk nantinya akan kami sampaikan ke pimpinan.
” Saya hanya diperintahkan saja sama Sekdis untuk hadir, dengan tidak bisa mengambil keputusan,” tegas Saidin.
