Kades Bebidas Bantah Pendukungnya Bacok Kadus‎

LOMBOKita – Kepala Desa Bebidas Kecamatan Wanasaba, Harmaen membantah kasus pembacokan Kadus Dasan Lendang Nangka M. Said dilakukan pendukungnya sebagaimana pemberitaan sebelumnya.

Herman mengaku tidak mengetahui siapa yang melakukan pembacokan Kadus tersebut. Karena pada saat kejadian dirinya tidak berada di ruangan.

“Tidak benar kalau pendukung saya yang melakukan perbuatan pembacokan terhadap Kadus tersebut,” bantah Hermaen.

Berita sebelumnya: Waduh! Pendukung Kades Bacok Kadus Hingga Bersimbah Darah

Ia menjelaskan, sebelum kejadian, Kadus Dasan Lendang Nangka datang ke kantor desa, dan memberitahukan masalah proyek yang dilaksanakan di wilayah kekadusannya. Setelah itu, Kadus duduk di kursi tunggu kantor desa.

Selang beberapa menit, Said datang menemui Kepala Desa di ruangan salah seorang staf sambil marah-marah dan mengeluarkan kata-kata ancaman.

“Kadus tersebut tidak terima diberikan penjelasan sambil berdiri, sehingga memarahi dan mengancam saya,” kata Hermaen.

Hermaen mengaku merasa terancam dan berencana pulang, namun tidak jadi karena kedatangan tamu di kantor desa.

Hermaen kemudian memanggil Badan Keamanan Desa (BKD), tapi begitu datang BKD bersama masyarakat ke kantor desa, ternyata Said sudah pulang.

“Karena jiwa saya terancam, maka saya langsung memanggil BKD untuk mengamankan kantor desa,” ujar Harmaen.

Tidak beberapa kemudian, Said kembali datang ke kantor desa bersama salah seorang temannya yang diketahui bernama Simbang untuk menyelesaikan permasalahan.

Pada kesempatan itu, Kepala Desa Bebidas membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya, dan Said pun meminta maaf kepada Kades.

Namun tidak berapa lama, datang Babinsa untuk menasehati Kadus, akan tapi Kadus tidak menerimanya sehingga terjadilah “adu mulut” antara Babinsa dan Said.

Saat adu mulut itu, Herman langsung keluar meninggalkan ruangan. Karena terjadi keributan, banyak masyarakat yang masuk ke ruangan itu.

“Saya tidak tahu siapa yang melakukan penusukan karena saat kejadian saya, smentara di dalam ruangan itu masyarakat masih banyak,” tandas Kades Bebidas.