Hina Keluarga Pjs Bupati, Kabid Peternakan Dilaporkan ke Polisi

LOMBOKita – Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur, Samsuri H dilaporkan ke polisi.

Hal ini terjadi karena buntut dari dugaan penghinaan yang dilakukan pejabat tersebut terhadap keluarga Penjabat Bupati Lotim, H. Ahsanul Khalik.‎

Keluarga Pjs Bupati Lotim mengajukan laporan ke Polres Lotim dua hari sebelum lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah. Saat ini sudah ditangani pihak Reskrim Polres Lotim.

Saudara tertua Pjs Bupati Lotim, M. Khairul Ihsan saat dikonfirmasi membenarkan laporan itu.

” Memang saya yang datang melaporkan Kabid Peternakan itu ke Polres Lotim, karena tidak terima dengan ucapannya yang dianggap sangat menyinggung keluarga kami,” tegas Khairul Ihsan.

Ia menuturkan kasus ini bermula dari sang Kabid mengajukan permohonan tanda tangan Bansos ke Pjs Bupati. Namun permintaan itu ditolak oleh penjabat bupati.

Adanya penolakan itu, kata Khairul Ihsan, menyebabkan Kabid tersebut tidak terima dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas lantaran bernada hinaan terhadap keluarga Pjs Ahsanul Khalik.

“Banyak yang mendengar ucapan itu di kantornya saat mengeluarkan kata-kata yang tidak semestinya keluar dari mulut seorang pejabat,” tandas Khairul Ihsan.

Selain itu, yang lebih parah lagi, menurut Ihsan, orang tua Pjs yang sudah meninggal dunia juga disebut-sebut, sehingga pihak keluarga tidak terima atas hinaan yang dilakukan oknum Kabid tersebut.

” Siapa yang tidak marah kalau orang tua yang sudah meninggal dunia diungkit-ungkit, nyawa akan saya pertaruhkan,” tegasnya.

Hal yang sama dikatakan penasehat hukum keluarga Pjs Bupati, Eko Rahardi. Eko menegaskan Kabid peternakan itu dilaporkan oleh keluarga besar Pjs Bupati Lotim, karena tidak terima dengan kata yang bersangkutan dianggap menghina keluarga sampai almarhum bapaknya yang sudah meninggal dunia.

“Hanya gara-gara Pjs Bupati tidak mau menandatangani Bansos yang ada di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim. Maka keluarlah kata-kata yang sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat,” kata Eko.

“Oknum itu dilaporkan dua hari sebelum lebaran, sedangkan pihak keluarga Pjs Bupati meminta saya yang mengawal kasus yang dilaporkan ke Polres itu,” imbuhnya.

Sementara Kabid Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim, Syamsuri H saat dikonfirmasi melalui via ponselnya berkali-kali guna meminta menjelaskan mengenai masalah laporan tersebut sampai berita ini publish, belum ada respon.

Kapolres Lotim, AKBP M Eka Fathurrahman,S.ik saat dikonfirmasi mengenai laporan keluarga Pjs Bupati Lotim belum bisa dihubungi.