H. Najamuddin; “Kembalikan APBD untuk Rakyat”
LOMBOKita – Suatu hal yang mendorong mantan anggota DPRD Propinsi NTB ini ingin ikut berlaga pada perhelatan perebutan kursi kepala daerah, karena dirinya menilai selama ini APBD Lombok Timur nyaris tidak ada untuk rakyat. Kalaupun ada, hanya sebagian kecil.
Pria yang kini duduk sebagai pengurus Dewan Pimpinan Pusat PKB ini menyebut, APBD Lombok Timur belum sepenuhnya menyentuh langsung kepada urusan kesejahteraan rakyat. Namun anggaran tersedot lebih banyak kepada infrastruktur.
“Kita memang sangat butuh infrastruktur, namun bukan itu yang menjadi prioritas karena rakyat masih dihadapkan pada persoalan-persoalan ekonomi dan kemiskinan”, kata dia.
Sebagai anak desa dengan latar belakang petani, H. Najamuddin melihat saat ini rakyat belum membutuhkan bangunan gedung bertingkat, karena angka kemiskinan Lombok Timur menunjukkan grafik peningkatan sesuai data yang diperolehnya dari BPS Lotim hingga mencapai 19 persen lebih, hampir 20% dalam tahun 2017.
Pria kelahiran Montong Tangi, Sakra Timur ini berjanji, jika dirinya terpilih selaku Wakil Bupati mendampingi HM Syamsul Luthfi, akan berunding dengan bupati agar lebih banyak mempekerjakan tenaga lokal, baik kontraktor maupun buruh sehingga uang tidak hanya lari ke luar daerah. Artinya, bagaimana lebih mengedepankan kearifan lokal.
Tidak cuma itu, politisi kawakan partai warisan Gusdur ini berjanji bersama orang nomor satu nanti akan memanfaatkan dana APBD untuk memberikan subsidi modal kerja setiap tahun kepada para pengusaha sektor ril atau pelaku ekonomi menengah ke bawah. Dengan demikian pemerintah daerah senantiasa bisa mengendalikan harga terutama komuditas kebutuhan pokok.
Ini dimaksudkan agar bisa mendongkrak para petani dalam mengembangkan produksi pertanian dan para pedagang kecil hingga para nelayan.
H. Najamuddin mengambil contoh pada dua kabupaten yang pernah dikunjunginya yakni Kabupaten Cirebon di Jawa Barat, dan Kabupaten Maros di Sulawesi Selatan. Konon dua kabupaten ini sangat sukses dengan terobosan seperti yang diuraikan tadi yakni APBD untuk rakyat. Hampir dana APBD pada dua kabupaten itu tidak ada yang lari keluar daerah, semuanya berputar dalam daerah. Dengan demikian, aspek permodalan rakyat menjadi tidak sulit.
Kebulatan tekad sosok pria tegas namun periang ini, tak hanya mimpi dan gila jabatan. Akan tetapi lebih dari itu, dirinya merasa gundah melihat kehidupan rakyat di mana-mana yang bertarung melawan sulitnya kehidupan. Persaingan hidup yang semakin kompetitif.
Untuk itu dia mengaku siap bersama bupati pasang badan menjadi garansi bagi rakyat./*
