Gubernur: Bank NTB Syariah Wujudkan Ekonomi Berkeadilan
Alumnni Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, ini juga berkeyakinan bahwa konversi Bank NTB dari bisnis konvensional ke pola syariah memiliki prospektif yang cerah, baik dari sisi ekonomi maupun kenyamanan nasabah.
Sebab, upaya menuju perbankan syariah dilatarbelakangi nilai-nilai yang tumbuh di masyarakat NTB yang dikenal religius.
“NTB dikenal sebagai salah satu daerah yang kental dengan nilai-nilai ke-Islaman, mengingat mayoritas penduduk NTB beragama Islam,” ujarnya.
TGB juga mengajak seluruh warganya untuk tidak lagi bicara tentang harapan, namun harus memiliki keyakinan bahwa konversi tersebut bisa dipertanggungjawabkan dari seluruh aspeknya.
Ia juga berharap seluruh nasabah Bank NTB tetap berkomitmen membangun bank daerah tersebut dengan tetap menyimpan dananya, meskipun sudah berubah status menjadi perbankan syariah.
“Dana bapak-bapak, ibu-ibu tetap di Bank NTB, insya Allah kemanfaatan duniawinya tidak akan berkurang, keuntungannya tidak akan berkurang, bahkan insya Allah akan lebih besar lagi dan pada saat yang sama bapak/ibu sudah ikut berkontribusi meningkatkan keadilan dan kesejahteraan bersama,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank NTB H Komari Subakir, mengatakan pemegang saham menargetkan konversi Bank NTB konvensional menjadi perbankan syariah rampung pada Agustus 2018.
Saat ini, Bank NTB memiliki aset senilai Rp10,02 triliun, modal inti sebesar Rp1,23 triliun dan mengelola dana pihak ketiga berupa giro senilai Rp2,4 triliun, tabungan Rp1,4 triliun dan deposito sebesar Rp4,3 triliun.
