Gempa Susulan, Longsor dan Batu-batu Berjatuhan di Lereng Rinjani
LOMBOKita – Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat kembali diguncang gempa, Sabtu (4/8/2018). Gempa yang terjadi sekira pukul 13.44 Wita itu hanya berkekuatan 4,8 skala richter.
Namun meski berskala kecil, guncangan gempa susulan itu mengakibatkan terjadinya longsor dan batu-batu di lereng Gunung Rinjani berjatuhan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam akun twitternya menulis, guncangan gempa susulan itu dirasakan cukup kuat.
Longsor dan batu-batu berjatuhan di lereng Gunung Rinjani Lombok saat diguncang gempa 4,8 SR pada 4/8/2018 pukul 13.44 WITA. Guncangan cukup keras dirasakan. Jalur pendakian Gunung Rinjani masih ditutup sampai waktu yang belum ditentukan. #GempaLombok #Gempa pic.twitter.com/re71ZOymtD
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) August 4, 2018
Guncangan sedang hingga cukup keras itu terasa di Lombok Timur, Lombok Utara dan Lombok Barat.
Berita terkait: Gempa Susulan, Gunung Anak Dara Longsor
Jalur pendakian Gunung Rinjani masih ditutup
Jalur pendakian Gunung Rinjani Lombok masih ditutup. Pendaki dan wisatawan dilarang naik. Gempa susulan terus terjadi. Sudah 564 kali gempa susulan hingga 4/8/2018 pagi. Status Gunung Rinjani Waspada (level 2). Radius 1,5 km dari Gunung Barujari daerah yang berbahaya. pic.twitter.com/9P3DZfAihz
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) August 4, 2018
Kondisi Gunung Rinjani yang masih dihantui gempa susulan itu juga, menurut Sutopo, membuat jalur pendakian Gunung Rinjani masih ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
“Pendaki dan wisatawan dilarang naik,” tulis Sutopo.
Gempa susulan terus terjadi. Sudah 564 kali gempa susulan hingga 4/8/2018 pagi.
Status Gunung Rinjani Waspada (level 2). Radius 1,5 km dari Gunung Barujari daerah yang berbahaya.

Komentar ditutup.