Siswa SMAN 1 Selong Meninggal Kesetrum
LOMBOKita – Kalangan guru dan siswa SMAN 1 Selong dikagetnya dengan meninggalnya salah satu siswa SMAN 1 Selong,M.Jalaludin Akbar Kelas XI IPS 3,Senin siang (16|12) sekitar pukul 11.30 wita.
Dimana korban meninggal dunia, di duga akibat di setrum di sekolahnya saat sedang melakukan kegiatan Pekan Olahraga Sekolah (PORSA) di sekolahnya. Sehingga mengalami serangan jantung.
Meski korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.R.Soejono Selong namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.Sedangkan kasusnya sudah ditangani pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Menurut keterangan para guru SMAN 1 Selong seperti L.Puji Agastani, Kamaruddin,Abdul Halim Husni saat dikonfirmasi di sekolahnya membenarkan kalau salah seorang siswanya meninggal dunia diduga akibat di setrum saat melaksanakan kegiatan Porsa di sekolahnya.
“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit,namun nyawanya tidak dapat tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya,” tutur guru korban.
Para guru juga menjelaskan sebelum kejadian tersebut korban semoat bermain bola bersama teman-temannya. Kemudian setelah itu korban lalu memegang mi di sekitar lokasi tersebut.
Tidak berapa lama setelah itu,korban tiba tiba terjatuh sambil memegang mic tersebut, teman-teman korban yang melihatnya langsung berteriak histeris sambil membantu korban memberikan pertolongan.
” Saya sendiri bersama dengan siswa yang lain senoat membantu korban berikan pertolongan dan korban tersadar, dan korbanpun langsung di bawa ke rumah sakit tapi nyawanya tidak tertolong,” kata , L.Puji Agastani.
Para guru tidak mengetahui secara pasti meninggaknya korvan, apakah korban meninggal karena di setrum gara-gara memegang mix,karena tidak ada ditemukan luka bakar dalam tubuh korban.
disebutkan para guru, hasil pemeriksaan dokter rumah sakit yang di dapatkan, kalau korban meninggal dunia akibat serangan jantung.bukan karena pegang mix, dan hari itu juga jasad korban diserahkan ke pihak keluarga untuk di makamkan.
” Hasil visum dokter rumah sakit kalau korban meninggal karena serangan jantung,” ujar Kamaruddin.guru olahraga
Tak berapa lama setelah kejadian, petugas dari kepolisian langsung ke TKP lakukan olah TKP, termasuk memasangkan police line di sekitar lokasi,guna keperluan penyelidikan. Termasuk juga mengamankan barang bukti berupa mic yang dipegang korban.
Tidak itu saja, petugas PLN juga datang TKP melakukan apakah ada aliran liatrik atau tidak,petugas PLN menemukan ada ada aliran listrik tegangan tinggi mengalir di lokasi tersebut.
Kepala SMAN 1 Selong,H.Mashuri di dampingi wakil kepala sekolah, Ahmad Ashari saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan mengenai musibah yang menimpa salah seorang siswanya.
“Kami menerima laporan kejadian ini, saya sedang di Mataram ada tugas yang harua di selesaikan, dan kami langsung balik,” tegasnya.
“Ini musibah yang harus diterima dengan sabar dan bagi orang tua korban untuk menerima musibah ini dengan tabah dan ikhlas,” pintanya.

2 Komentar
Kesalahan fatal ini, di media sebelah dikatakan bahwa PLN tidak menemukan adanya aliran listrik, lah disini dibilang malah ditemukan yg disertai typography yg ah sudahlah….
Ganti editornya, fatal ini kesalahan
Editro amatir
Komentar ditutup.