Festival Dara Ngindang Upaya Bangkitkan Pariwisata Lombok
LOMBOKita – Festival Dara Ngindang merupakan even tahunan kebanggaan Desa Lendang Belo Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Tahun ini merupakan tahun kedua perayaan festival dengan melepas burung dara tersebut.
Tahun kedua ini, panitia melepas lebih dari 2.000 ekor merpati yang diikuti oleh peserta dari 4 kabupaten, yakni Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Utara.
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Yusron Hadi, Kepada Dinas Pariwisata kabupaten Lombok Timur H. Mugni, Taufan Rahmadi, pegiat pariwisata dan 5 anggota tim percepatan pariwisata NTB, tokoh agama dan budaya, Sekdes Desa Lendang Belo dan Muspika setempat.
Ketua panitia Festival Dara Ngindang tahun 2021 Pajri menyebutkan, ada 200 orang peserta yang berpartisipasi dalam itu.
“Sistem penilaian tidak seperti Dara Ngindang tahun lalu, kali ini hadiah memakai sistem door prize atau diundi untuk 50 orang peserta,” ungkap Fajri.
Lebih Lanjut Pajri mengatakan, malam harinya acara dimeriahkan dengan penampilan acara budaya yaitu Pepaosan atau nyair serta kemah yang diikuti oleh kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Tilah dan Panitia Dara Ngindang.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Yusron Hadi mengapresiasi kegiatan tersebut dan secara khusus salut kepada panitia penyelenggara atas terselenggaranya acara Festival Dara Ngindang ke 2 tahun 2021.
“PPKM sudah mulai longgar, ini kesempatan pelaku pariwisata untuk bangkit, terlebih energi dan semangat masyarakat Lombok akan diselenggarakannya even World Super Bike (WSBK) yang digelar November mendatang di The Mandalika Kuta Lombok Tengah.
Terpisah, Taufan Rahmadi, pegiat pariwisata dengan nada yang sama merasa takjub karena baru pertamakali menyaksikan ribuan burung dara terbang ke angkasa. Menurutnya, even ini akan menjadi kekuatan magnet atraksi pariwisata, karena wisatawan lokal adalah market utama pemulihan pariwisata di daerah.
Pada acara tersebut, para tamu undangan disuguhkan tari-tarian dari Sanggar Seni Banaspatiraja Masbagik pimpinan Wahyudi Iidris, tari Dayang Dayang yang diciptakan Wahyudi Idris sebagai tari penyambutan tamu, tari Dara Ngindang yang khusus diciptakan oleh almarhum Mamiq Atun Lenek, selanjutnya acara ditutup dengan tari Gandrung sebagai penghibur Penonton.

1 Komentar
Komentar ditutup.