“Ekspedisi Gila” Gubernur NTB di Sumbawa, Turun Naik Lembah Hingga Tidur di Masjid

Selasa pagi 27 Oktober 2020, Gubernur Zulkieflimansyah memimpin rombongan. Malam sebelumnya, Bang Zul bersama para pejabat Pemprov bermalam di Masjid Desa Rarak Ronges.
Menginap di Masjid Desa biasa dilakukan Bang Zul dalam kunjungan kerjanya ke Desa terpencil di NTB. Agar lebih akrab dengan masyarakat dan menghilangkan sekat antara masyarakat dan pemimpin daerah. Bang Zul biasa menyebutnya sebagai Hotel Syariah Mandiri.
Ekspedisi dari Rarak Ronges menuju Dusun Marente di Desa Marente ditempuh dalam jarak sekitar 27 Km berjalan kaki. Waktu dibutuhkan sekitar 7 jam perjalanan.
Bang Zul mengaku terenyuh melihat kondisi masyarakat di Desa Rarak Ronges dan juga Desa Marente. Rasa lelah sepanjang ekspedisi gila pun terobati setelah rombongan tiba di Matemega, sebuah dusun di ujung rimba, Desa Marente, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.
Bang Zul juga mensyukuri, perjalanan itu bisa membuktikan bahwa kawasan hutan dan keindahan alamnya masih sangat terjaga.
“Berjalan kaki 7 jam dari Desa Ronges ke Matemega memberikan banyak pelajaran bahwa betapa indahnya Alam kita kalau Hutan kita terjaga. Naik turun lembah, menyeberangi banyak sungai dgn air yg demikian jernih dan dingin membuat diri serasa di Surga. Tapi setelah 7 jam jalan kaki, yang paling melegakan adalah melihat ada kampung di ujung rimba,” kata Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah.
Bang Zul mengatakan, yang menarik dari mengunjungi daerah-daerah terpencil bersama para Kepala Dinas adalah bahwa para Kepala Dinas jadi langsung melihat dan merasakan permasalahan masyarakat di lapangan.
Menurutnya, Karo Kesra langsung melihat dan membantu Masjid atau tempat keagamaan yang harusnya dibantu. Kadis Permukiman bisa melihat jalan lingkungan yang harus segera diperbaiki dan mana rumah masyarakat yang harus dibantu dengan program layak huni. Begitu juga Kadis PU melihat jalan, jembatan dan saluran irigasi. Dirut Bank NTB langsung melihat UMKM yang bermasalah dengan permodalan. Begitu juga dengan Kadis Pertanian dan Perkebunan, Kadis Perikanan, Kadis Peternakan dan lainnya.
“Dengan turun bersama, kami semua jadi kompak sebagai sebuah Tim. Tak ada kepura-puraan apalagi menjilat pada atasan untuk menjadi Yes Men. Dengan berjalan bersama, makan bersama, tidur bersama semua jadi kompak tanpa sekat sebagai saudara,” katanya.
Bang Zul mengatakan, dalam setiap kunjungan jika di daerah tersebut tak ada hotel maka semua menyatu tidur bersama di Masjid
“Kami memilih menginap di mesjid karena mesjid biasanya Toilet dan Kamar mandinya lebih banyak dibandingkan di rumah penduduk. Jadi kalau rombongannya banyak, tidur di masjid adalah pilihan paling istimewa dan mewah. Dan tidur bersama ini selalu penuh dengan cerita yang membuat kami tersipu bahkan tertawa terbahak-bahak,” paparnya.
Masyarakat di Dusun Matemega, Desa Marente, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa menyambut rombongan Gubernur NTB dengan penuh suka cita.
Menurut mereka jarang-jarang ada pejabat meluangkan waktu untuk melihat kondisi mereka. Kawasan ini juga terletak di ketinggian sekitar 560 Mdpl, dan juga terkenal sebagai penghasil kopi. Madu hutan Sumbawa dari daerah ini juga sangat tersohor.
Beberapa produk Kopi Luwak Robusta dan Madu Hutan Sumbawa berlabel Matemega Sumbawa, bahkan sudah terkenal di lapak e-commerce seperti BukaLapak, Shopie dan Tokopedia.
Namun masyarakat di daerah potensial ini masih hidup bersahaja dengan segala keterbatasan infrastruktur. JIka malam tiba, Desa ini kurang bercahaya, listrik PLN belum menjangkaunya.
