Dua Bus Pengungsi dari Bali Tinggal di Lombok Utara
LOMBOKita – Camat Cakranegara M Salman Rusdi menyebutkan, dua bus berisi pengungsi dari Pulau Bali memutuskan tidak tinggal di Kota Mataram, tetapi di Kabupaten Lombok Utara.
“Pada Senin (25/9), kami menerima laporan ada dua bus pengungsi dari Pulau Bali yang akan tinggal dengan keluarganya di Cakranegara Mataram, tapi setelah berkomunikasi dengan keluarganya di Kabupaten Lombok Utara (KLU), mereka pun urung menetap di Mataram,” katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa.
Ia mengatakan, keinginan para pengungsi terkait aktivitas Gunung Agung untuk tinggal di KLU bukan karena alasan keamanan Kota Mataram, melainkan karena pertimbangan lahan dan jumlah keluarga mereka di KLU lebih banyak sehingga keluarga di Mataram mengantarkan mereka ke KLU.
“Kami tidak bisa memaksa mereka untuk tinggal di sini, karena itu menjadi hak mereka,” ujarnya.
Dengan urungnya rombongan pengungsi tersebut tinggal di Cakranegara, katanya, hingga saat ini data tentang pengungsi di Kecamatan Cakranegara belum ada.
Akan tetapi, pihaknya telah mengingatkan semua lurah agar aktif melaporkan apabila ada pengungsi di wilayah masing-masing sehingga dapat diintervensi sesuai program yang ada.
“Sesuai instruksi dari kepala daerah, kami akan melakukan pendataan dan memberikan pelayanan terbaik bagi para pengungsi,” katanya.
Hal senada juga lontarkan Camat Sekarbela Cahaya Samudra yang mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti instruksi kepala daerah untuk melakukan pendataan cepat dan tepat kepada pada pengungsi.
“Semua lurah sudah kami ingatkan agar meminta kepala lingkungan bersama RT mendata jumlah pengungsi yang ada, mengingat warga di Kelurahan Karang Pule dan Sekarbela banyak yang bekerja di Bali,” katanya.
Menurutnya, sejauh ini informasi tentang pengungsi dari Bali memang sudah ada, dan mereka tinggal di rumah keluarga masing-masing karena pengungsi ini rata-rata warga dari Kecamatan Sekarbela yang bekerja di Pulau Bali.
“Tapi jumlah dan lokasi persis tempat mereka mengungsi belum terlaporkan. Itulah yang saat ini kami minta datanya,” ujarnya.
Menurutnya, setelah dilakukan pendataan akan dilakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sosial untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan mereka.
Sementara data BPDB Kota Mataram menyebutkan, hingga saat ini jumlah pengungsi dari Pulau Bali yang ada di Kota Mataram sebanyak 300 orang, menyebar di 50 kelurahan.
