DMC Gelar Pelatihan Dasar Penanggulangan Bencana di Lombok Utara

LOMBOKita – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menggelar pelatihan dasar program penanggulangan bencana untuk warga Desa Medana, Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat sejak tanggal 12-14 November 2019.

Pelatihan ini merupakan lanjutan dari sosialisasi mengenai Kawasan Tanggap Bencana (KTB) di wilayah tersebut yang dilakukan DMC Dompet Dhuafa September Silam.

Staf Pengurangan Risiko Bencana (PRB) DMC Dompet Dhuafa Desi Edian Sari, selain melakukan pelatihan dasar program penanggulangan bencana, juga digelar pembentukan Forum PRB Desa Medana.

“Kegiatan lanjutan ini merupakan hasil analisis dari sosialisasi pertama di mana warga Desa Medana banyak yang sudah merasa bahwa KTB penting diadakan disini. Termasuk para pemangku kepentingan seperti kepala desa dan BPBD yang siap bekerjasama dengan DMC untuk menyukseskan program tersebut,” ungkap Desi, Rabu (14/11/2019).

Desi mengungkapkan, selama pelaksanaan pelatihan ada beberapa pendekatan yang dilakukan. Salah satunya melalui diskusi antarpeserta tentang pengetahuan kebencanaan kemudian memaparkannya. Hal ini penting dilakukan karena warga merupakan unsur penting dalam penerapan budaya tanggap bencana.

“Ada juga pemaparan mengenai indikator KTB dan pelatihan pertolongan medis pertama. Secara keseluruhan hal yang kita lakukan sudah tepat sasaran baik dari kawasan maupun pihak yang terlibat. Dicanangkan untuk program lanjutan akan dilaksanakn bulan depan yaitu mengenai perlengkapan sarana dan prasarana dan pembuatan program kerja dari Forum PRB,” imbuh Desi.

Respon Warga
Ani Hariani, (30), salah seorang warga Dusun Gol Desa Medana sangat mengapresiasi pada program Kawasan Tanggap Bencana (KTB).

Menurutnya, program ini adalah program yang digelar Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa sejak September silam untuk warga Desa Medana.

“Saya sebagai salah satu warga desa ini memang sangat mengharapkan adanya kegiatan ini. Begitupun dengan banyak warga lain. Dengan adanya kegiatan ini kami jadi lebih tau cara meminimalisir risiko dan apa-apa saja hal yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” papar Ani.

Apalagi, lanjutnya, Desa Medana sudah tiga kali diguncang gempa yakni pada tahun 1979, 2013, dan yang paling parah terjadi tahun lalu. Hal itu menyebabkan warga desa mesti selalu siaga menghadapi bencana.

Pada pelaksanaan pelatihan ini, Ani juga mengaku bahwa banyak pengetahuan baru yang didapatkannya. Salah satunya tentang pembagian musim dan kaitannya dengan potensi bencana.

Wanita yang sempat jadi penyintas gempa Lombok ini sangat ingin berkontribusi untuk menyukseskan program KTB.

“Saya berharap semoga kegiatan ini konsisten karena masih banyak warga yang membutuhkan pengetahuan terkait kebencanaan. Warga lain juga siap untuk proaktif melibatkan diri. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih pada DMC Dompet Dhuafa yang bersedia mengurangi beban kami. Karena masih banyak yang awam tentang penanggulangan bencana,” ungkap Ani. (ika/*)