Dikes Mataram tidak Punya Stok PCC

LOMBOKita – Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan tidak pernah memiliki stok obat-obatan jenis PCC (paracetamol, cafein, dan carisoprodol), meskipun itu merupakan jenis obat untuk penghilang rasa nyeri.

“Selama ini kami tidak pernah menggunakan obat PCC, karena masih banyak jenis obat yang lebih baik pengganti PCC seperti antalgin dan parasetamol,” katanya Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Senin.

Dengan tidak adanya stok obat jenis PCC yang disiapkan di gudang farmasi, secara otomatis obat tersebut tidak ada beredar di puskesmas maupun rumah sakit pemerintah lainnya.

“Bahkan dari pihak Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mataram juga menyebutkan belum menemukan jenis obat PCC beredar di kota ini,” katanya.

Menurutnya, kasus di Sulawesi Tenggara terjadi karena penyalahgunaan. Para korban meminum PCC lima hingga 10 butir sehingga obat tersebut berubah menjadi racun.

“Jika obat diminum tidak sesuai aturan pakainya maka obat akan berubah menjadi racun, dan sebaliknya kalau diminum sesuai aturan obat tersebut akan memberikan reaksi baik,” katanya.

Kepala Kepolisian Resor Mataram AKBP Muhammad sebelumnya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspadai peredaran narkoba jenis baru yang disebut flakka dan golongan obat G seperti PCC.

Muhammad meminta pihak sekolah maupun orang tua agar lebih memperhatikan lingkungan sekitar tempat anak-anak biasa bermain.

“Cek sekitar lingkungan kita, apakah ada yang menjual, biasanya narkoba jenis ini beredar dengan ciri disamarkan seperti multivitamin atau permen isap yang biasa disukai anak-anak,” ujarnya.

Meskipun belum ada laporan ataupun munculnya korban di wilayah hukum setempat, Muhammad menganggap peredaran narkoba jenis baru ini perlu menjadi perhatian bersama.

“Efeknya sangat berbahaya lebih dari narkoba jenis apa pun. Bila mengonsumsi ini bisa jadi seperti zombi, korban hilang kesadaran sampai tidak mengenal dirinya. Seperti yang terjadi di Kendari, itu sangat luar biasa efeknya,” ujarnya.