Data Korban Gempa 5,8 SR Di Lotim Masih Rancu
LOMBOKita – Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur, Purnam Hady menegaskan data korban bencana gempa bumi 5,8 SR yang terjadi pada tanggal 17 Maret 2019 di Lotim masih rancu. Sehingga ini tentunya masih dilakukan validasi dengan baik.
” Memang kami akui kalau data korban gempa 5,8 SR masih mengalami kerancuan,” tegas Purnama Hady kepada wartawan di kantornya,Jumat (29|3).
Ia menjelaskan data sementara mengenai masalah jumlah korban gempa yang mengalami dampak sebesar 13 ribu Kepala Keluarga (KK). Dengan berbagai macam kerusakan baik rusak berat,sedang dan ringan.
Sehingga tentunya membutukan validasi yang lama untuk mendapatkan data yang valid.Dengan tim masih bekerja untuk melakukan itu.Sedangkan kerugian akibat gempa tersebut mencapai sebesar Rp 500 Milyar dengan tentunya akan kita minta bantuan ke pemerintah pusat nantinya.
” Data rusak berat,ringan maupun sedang masih begabung menjadi satu sehingga inilah yang membuat terjadinya kerancuan,” tandasnya.
