Bupati Lobar Usul Petisi Juara MTQ Diangkat jadi PNS
LOMBOKita – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid, mengajak seluruh pimpinan daerah se-NTB termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur NTB untuk memberikan apresiasi lebih bagi para peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) berprestasi.
Apresiasi ini diberikan baik Qori/Qoriah, Hafiz/Hafizah, dan lainnya. Bentuknya, dengan mengangkat mereka yang berprestasi pada MTQ tingkat nasional sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Sedangkan untuk juara di tingkat provinsi, minimal diangkat sebagai tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Hal itu disampaikan Bupati pada acara penutupan MTQ ke-28 tingkat Provinsi NTB di Lapangan Kantor Bupati Lobar di Giri menang-Gerung, Rabu malam (9/10/2019).
“Selama ini, atlet yang menang di tingkat nasional diangkat jadi PNS. Meski pengangkatan tersebut bukan wewenang pemerintah provinsi. Saya usul, kita menandatangani petisi untuk disampaikan ke pemerintah pusat supaya Qori-Qoriah, Hafiz-Hafizah yang juara nasional bisa diangkat jadi PNS,” kata bupati.
Dia juga mengkategorikan, mereka yang juara tingkat provinsi, diusulkan untuk diangkat minimal sebagai tenaga P3K. Hal itu disampaikan bupati di hadapan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah, dan tamu undangan lainnya.
Dalam gelaran MTQ ke-28 tingkat provinsi NTB ini, juara umum berhasil diraih kafilah Kota Bima dengan raihan nilai 67. Disusul dengan kafilah Lombok Timur di urutan kedua dengan nilai 64. Sedangkan tuan rumah, Lombok Barat harus puas berada di posisi ketiga dengan raihan 63 poin.
Kendati tidak mampu mempertahankan predikat juara umum, Bupati Fauzan menyampaikan penghargaan yang tinggi bagi para kafilah Lombok Barat. Bupati juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut menyukseskan gelaran MTQ di Gumi Patut Patuh Patju ini.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, bupati mengucapakan terima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur yang telah mempercayakan pelaksanan MTQ kepada Kabupaten Lombok Barat.
Hal yang sama, juga disampaikan kepada kepada seluruh pihak yang secara langsung ataupun tidak langsung membantu proses pelaksanaan MTQ. Karena menurut bupati, tanpa peran serta dan dukungan semua pihak, tidak mungkin MTQ ke 28 ini bisa sukses. Demikian juga, apresiasi dan terima kasih disampaikan kepada dewan hakim yang telah bekerja tidak kenal lelah dan objektif.
“Terakhir saya mohon maaf, kalau selama proses MTQ ini ada yang kurang. Yang baik diingat, yang kurang mohon dimaafkan. Walaupun tidak juara umum, Lombok Barat siap merebut kembali di MTQ mendatang,” tambahnya.
Di tempat terpisah, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy memberikan tanggapan positif atas hajat yang disampaikan Bupati Fauzan Khalid tentang petisi tersebut.
Dikatakannya, di Lombok Timur sendiri Qori, Qoriah terbaik satu diberikan ganjaran hadiah umrah. Namun ia mengaku, sedikit bingung untuk hadiah bagi juara dua dan tiga.
“Di Kabupaten Lombok Timur, sudah menjadi tradisi juara satu dapat umrah. Dan untuk juara dua, kita masih berfikir, berapa jumlah yang harus kita berikan kepada mereka,” kata Sukiman.
Sukiman mengakumulasi, dari jumlah itu cukup besar, karena yang masuk final juga juga cukup banyak, jumlahnya 18 orang.
Terkait wacana Qori,Qoriah terbaik untuk diangkat menjadi tenaga kontrak P3K sangat disupport. Sukiman beralasan, bagaimanapun juga, itu merupakan sebuah penghargaan bagi yang berprestasi.
“Jadi, saya mensuport ide dan gagasan dari Pak Fauzan, bupati Lombok Barat,” jelas Sukiman.
