BPBD Lotim: 3 Kecamatan, 18 Desa Terdampak Kemarau, Status Siaga Darurat Ditetapkan
LOTIM LOMBOKita – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur L Mulyadi menetapkan status siaga darurat kekeringan. Hingga saat ini sudah ada 3 kecamatan yang mengirimkan surat resmi dan telah ditindaklanjuti dengan Surat Edaran.
Kepala BPBD Lotim, L. Mulyadi, menyebut 3 kecamatan yang terdampak yakni Jerowaru, Keruak, dan Montong Gading dengan total 18 desa dan sekitar 72 ribu jiwa.
“Yang ini kita petakan puncaknya diprediksi menurut BMKG September. Yang terdampak besar kemungkinan terus bertambah. Puncak September dan Oktober bisa bertambah menjadi 6 kecamatan,” ujarnya.
BPBD Lotim bersama stakeholder terkait sudah mulai melakukan dropping air bersih ke wilayah terdampak.
“Misalkan untuk Desa Sekaroh dan Serius itu kami sudah koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai BWS Mataram. Hari ini juga sudah laporan untuk mendropping ke wilayah Sekaroh. Terima kasih kepada guru yang selalu memberikan laporan,” katanya.
Ia menambahkan dropping juga sudah dilakukan kemarin ke wilayah Montong Gading dan titik-titik lain. “Kami petakan semua titik-titik yang terjauh pun itu harus kita jangkau dengan semua stakeholder terkait,” tegasnya.
Hari ini BPBD mengikuti pendalaman rakor yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi untuk menindaklanjuti rakor bersama BNPB tanggal 24 Juli. Kemudian tanggal 4 Agustus akan ada rakor bersama Pemprov.
“Dari hasil kedua rakor ini kami juga akan melaksanakan rapat tingkat kabupaten terkait respon terhadap dampak kemarau ini,” jelas Mulyadi.
Ia merinci penanganan saat ini fokus pada dua hal: kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan Karhutla. Untuk Karhutla, BPBD berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Karma karena di tingkat provinsi masih satu atap dengan BPBD.
“Di Kabupaten Lombok Timur kita berkomunikasi dengan baik. Kebakaran hutan terutama di Pengalang dan sekitarnya ini dapat kita mitigasi dan melakukan langkah-langkah saat status darurat nanti,” ujarnya.
Mulyadi mengingatkan dampak kemarau juga bisa ke sektor pertanian karena air irigasi dan air baku sudah berkurang. Sektor kesehatan juga rawan jika terjadi kebakaran maupun kekurangan air minum.
“BPBD juga menyalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih. Kita sudah dropping ke wilayah Montong Gading karena itu yang buat laporan. Wilayah lain juga berbeda, dropping ke Sekaroh melalui BWS, kemudian ke Sriwijaya juga kita sudah mulai untuk penyaluran air bersih,” pungkasnya.
BPBD Lotim akan melakukan operasi secara serentak begitu status darurat ditetapkan, dengan menyasar seluruh wilayah yang terdampak.
