Berkali-kali Dilanda Gempa, Desa Medana Dijadikan Kawasan Tanggap Bencana
LOMBOKita – Desa Medana merupakan salah satu desa yang kena imbas paling parah saat gempa bermagnitudo 7.0 mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8) tahun lalu.
Dijelaskan Staf Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Desi Edian Sari, selain gempa tahun lalu sejarah mencatat kawasan ini pernah terdampak akibat gempa bumi besar di tahun 1979, 2013, dan 2018.
Hal inilah yang mendasari tim PRB DMC Dompet Dhuafa untuk melakukan sosialisasi program Kawasan Tanggap Bencana (KTB) disana.
“Di tahap awal ini, selain melakukan KTB kita akan sosialisasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lombok Utara dan Pemerintah Desa Medana,” ungkap Desi melalui siaran pers diterima Lombokita.com, Selasa (24/9/2019).
KTB akan menyasar seluruh lapisan masyarakat dan SPAB akan diperuntukkan bagi warga sekolah di Desa Medana.
Desi menambahkan, rencana pembinaan yang dilakukan dalam rangkaian KTB meliputi pemberian sosialisasi kesiapsiagaan, pembentukan forum PRB, pembuatan peta kerawanan, pembuatan peta jalur evakuasi dan titik kumpul, pelatihan kedaruratan, pembuatan SOP kedaruratan, dan pembuatan peta 3 dimensi kenampakan wilayah.
“Di sosialisasi yang kita lakukan hari ini dihadiri 51 orang yang terdiri dari berbagai elemen seperti pemerintah desa, anggota BPBD, tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, perwakilan guru-guru dari 10 sekolah, kader posyandu, kader pemerhati buruh migran, perwakilan LSM yang ada di desa, anggota karang taruna, dan anggota majlis ta’lim. Rencananya programnya akan dijalankan selama 6 bulan,” tuturnya.
Desi menjelaskan, respon yang diberikan masyarakat di Desa Medana sangat positif terlihat dari antusias dan partisipasi mereka selama proses sosialisasi.
Ia juga mengatakan, intervensi Dompet Dhuafa sebenarnya sudah ada di desa tersebut saat melakukan fase respon gempa bumi tahun 2013 dan 2018.
Karena itu, tahun ini dilakukan upaya untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Medana. Apalagi selain gempa bumi cukup banyak ancaman lain di desa itu, yakni banjir, tsunami, angin puting beliung, longsor, kekeringan, abrasi dan erosi.
