Antisipasi Lonjakan Kasus Covid 19, Kodim 1615 Lotim, Gelar Simulasi Penanganan Pasien
LOTIM lombokita – Guna mengantisifasi terjadinya lonjakan kasus covid 19 di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Kodim 1615 Lombok Timur, menggelar kegiatan simulasi penanganan pasien Covid-19, dengan melibatkan Polres, Dinas Kesehatan dan BPBD, kegiatan inidi gelar di Makodim 1615 Lotim, Selasa (10/8).
Dalam kegiatan itu, Personel TNI/ Polri,bersama petugas kesehatan dan petugas BPBD, yang mendapat laporan, adanya salah seorang karyawan salah satu supermarket, terpapar covid 19, sebut saja Ramli,
Langsung bertindak cepat, petugas dari Puskesmas dilengkapi APD lengkap, langsung bergerak, melakukan evakuasi, dengan membawa korban ke Puskesmas, untuk menjalani isolasi
Adanya karyawan supermarket terpapar, Satgas Covid langsung berkoodinasi dengan petugas desa dan kecamatan, untuk melakukam tracking, ke kontak ke lokasi yang pernah di datangi korban.
Hasil tracking kontak yang di lakukan, ditemukan satu orang yang pernah kontak dengan Ramli, yaitu Fais, dan langsung di lakukan swab.
Hasil tracking, dinyatakan positif, langsung di rujuk ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Dandim 1615 Lombok Timur Letkol Inf Agus Prihanto Donny, kepada wartawan, mengatakan, kegiatan simulasi penanganan pasien covid 19 ini, salah satu langkah untuk mencegah terjadinya penyebaran virus covid di Lotim.
” Karena adanya lonjakan kasus covid di luar Jawa Bali, Danrem langsung memerintahkan untuk melakukan simulasi penanganan pasien,” ungkapnya.
Dalam simulasi ini, selain anggota TNI, diundang juga pihak terkait, seperti petugaa dari anggota Polres, Dinas kesehatan dan BPBD,
“Petugas dalam menangani pasien covid, dilakukan sesuai SOP yang ada,” jelasnya.
Dengan SOP ini, nantinya masing masing akan tahu, apa yang akan di perbuat oleh petugas tersebut.
” kegiatan simulasi di gelar, sebagai langkah antisifasi terjadinya lonjakan,” ujarnya, seraya mengingatkan agar prokes tetap di jalankan.
Dandim juga mengingatkan agar seluruh desa untuk menganggarkan dana 8 persen, untuk penanganan covid 19.seperti membuat rumah isolasi terpadu di desa masing masing.
” Hal ini nantinya akan kita lakukan croscek, apakah sudah di jalankan apa belum,” sebutnya.
