Anak Pengungsi Bali Gratis Sekolah di Mataram
LOMBOKita – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram H Sudenom mengingatkan kepada semua kepala sekola SD dan SMP/sedejarat untuk menerima anak para pengungsi dari Pulau Bali, yang menghindari erupsi Gunung Agung.
“Semua kepala sekolah sudah saya ingatkan agar tidak melakukan penolakan kepada anak para pengungsi yang ingin sekolah,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.
Ia mengatakan, dalam penerimaan siswa dari anak pengungsi itu, pihkanya tidak perlu memberikan rekomendasi apapun. Artinya, kalau orang tua calon siswa sudah membawa raport sebagai acuan bagi siswa, kepala sekolah bisa menerimanya.
Rapor yang dibawa oleh setiap calon siswa dari anak pengungsi Bali guna memudahkan pihak sekolah dalam melakukan pendataan serta menempatkan siswa pada kelas berapa.
“Rapor ini juga sebagai bukti diri bahwa mereka sudah bersekolah pada sekolah sesuai raport masing-masing,” katanya.
Setelah mendaftar, katanya, anak-anak dari pengungsi bisa langsung masuk dan ikut belajar bersama teman baru mereka agar tidak ketinggalan mata pelajaran.
Pihak sekolah juga diharapkan bisa memberikan informasi kepada siswa lainnya, terhadap kedatangan siswa baru yang berasal dari Pulau Bali.
“Selama berlajar di Mataram, anak-anak pengungsi bisa belajar secara gratis,” ujarnya.
Sudenom mengatakan, menerima anak-anak pengungsi untuk belajar, sudah menjadi kewajiban pemerintah karena itu menjadi hak mereka.
Bahkan tidak hanya kepada anak-anak pengungsi, tapi termasuk anak-anak dari tenaga kerja Indonesia (TKI), juga tetap diterima sebab ada juga TKI membawa anaknya pulang ke kampung halaman mereka.
Menyinggung tentang jumlah anak pengungsi yang akan masuk sekolah, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari kepala sekolah yang menerima siswa baru dari para pengungsi.
“Meskipun ada informasi saat ini terdapat pengungsi sebanyak 170 jiwa, tapi data jumlah anak yang akan sekolah belum ada. Karenanya, kita tunggu saja laporan dari kepala sekolah,” katanya.
