Alunan Musik Experience Kembali Digelar di Pringgasela, Usung Kolaborasi Musik dan Tenun

Keterangan foto: Ahmad Fery, Event Director Alunan Music Experience yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Seni Pringgasela Raya dalam jumpa pers, Jumat

LOTIM LOMBOKita – Denting nada dan alunan musik akan kembali menggema di bumi Pringgasela Raya. Setelah sukses menggelar Alunan Budaya sebagai core event dua pekan sebelumnya, kini giliran Alunan Musik Experience yang siap memukau pecinta musik dan budaya pada 9 Agustus 2026 mendatang.

Festival musik bertajuk “Alunan Musik Experience” ini bukan sekadar konser biasa, melainkan wujud kolaborasi lintas disiplin yang mengangkat kearifan lokal ke panggung yang lebih luas.

Ahmad Fery, Event Director Alunan Music Experience yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Seni Pringgasela Raya, menjelaskan festival ini lahir dari perjalanan panjang.

“Brand Alunan ini lahir dari story dan budaya. Sejak 2013, kami memang mengusung musik. Namun di tahun ketiga, kami mengangkat tenun sebagai bagian dari identitas,” ujarnya kepada media di Selong, Jumat (7/8/2025) malam.

Keputusan mengangkat tenun bukan tanpa alasan. Pringgasela Raya dikenal sebagai sentra tenun ikat yang mendunia. Dengan menggabungkan musik dan tenun, Fery berharap dapat menciptakan sinergi yang memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mengangkatnya ke level nasional.

“Sudah satu dekade kami berjalan. Konser ini hadir atas dorongan semua pihak, terutama stakeholder Pringgasela Raya. Kami ingin Pringgasela tidak hanya dikenal sebagai sentra tenun, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan seni pertunjukan,” tambah Fery.

Kolaborasi ini semakin kuat dengan pelibatan musisi-musisi lokal berbakat seperti Bapackguru dan PAS Band. Fery menyebut sebagian besar penampil adalah musisi lokal dengan sentuhan kreativitas autentik.

Kehadiran Akamsi “Anak Kampung Sini” sebagai manajemen yang menaungi festival juga menjadi angin segar. Vice Producer Dian Supriawan yang mewakili Akamsi menyatakan visi yang sama menjadi landasan kolaborasi.

“Akamsi adalah manajemen festival yang bergerak di industri kreatif. Kami memiliki visi yang sama dengan Alunan, yaitu memberikan ruang bagi musisi lokal untuk menampilkan karya original mereka. Kami percaya banyak musisi lokal yang punya asa, punya lagu, dan punya band dengan kualitas yang tidak kalah dengan musisi nasional,” tutur Dian.

Ginang Ramdan, Project Manager Alunan Musik Experience, menyebut ide besar festival ini adalah untuk “keluar dari disiplinnya” atau “potong kompas”.

“Kami ingin semuanya bisa berkolaborasi. Budaya, musik, dan industri kreatif lainnya berpadu dalam satu harmoni. Alunan Musik Experience bukan sekadar konser, tapi ruang lintas disiplin yang melibatkan kolaborasi dengan berbagai industri,” jelas Ginang.

Ginang juga memastikan persiapan telah dimatangkan dengan melibatkan panitia Alunan Budaya sebelumnya. “Pengalaman dari Alunan Budaya menjadi modal berharga untuk menyukseskan Alunan Musik Experience,” ujarnya.

Fery menargetkan sebanyak-banyaknya penonton hadir pada puncak acara 9 Agustus 2026. Namun di balik target kuantitas, ada harapan besar yang ingin dicapai.

“Tujuan akhir dari Alunan Musik Experience adalah menjadi branding positif bagi pemerintah terhadap publik. Kami ingin Pringgasela Raya dan Lombok Timur secara umum bisa lebih kompetitif dari daerah lain. Festival ini adalah cara kami menunjukkan bahwa daerah ini punya potensi besar di bidang budaya dan industri kreatif,” pungkas Fery.

Dengan persiapan matang dan kolaborasi solid antara Alunan, Akamsi, dan seluruh stakeholder Pringgasela Raya, Alunan Musik Experience diprediksi akan menjadi magnet bagi para penikmat musik dan budaya. Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga cerminan semangat kebersamaan dan kreativitas yang terus berdenyut di bumi Pringgasela Raya.