Alamak, Tenaga Honorer Diduga Palsukan Sertifikat Vaksin
LOTIM Lombokita – Apes nasib YS, salah seorang petugas tenaga kesehatan (nakes) di Lombok Timur berstatus tenaga honorer daerah (honda), Jumat (27|8) sekitar pukul 10.00 wita, ditangkap Polda Bali terkait dugaan kasus pembuatan sertifikat vaksin palsu, di wilayah Pringgabaya Lotim.
Terungkapnya aksi pelaku, lantaran belasan nelayan warga asal Lotim, saat di lakukan pemeriksa di pelabuhan Padangbae Bali, tidak memiliki seritifikat vaksin.
Untuk mengelabui petugas, salah seorang dari belasan nelayan tersebut, menelpon pelaku untuk dibuatkan sertifikat vaksin, dengan bayaran perorangan Rp 200 ribu.
Kepala Tata Usaha (KTU) Puskesmas Labuhan Lombok,Sartijah saat dikonfirmasi membenarkan kalau ada salah seorang nakes dengan status honorer yang bekerja di PKM Labuhan Lombok, ditangkap tim Polda Bali , di Puskesmas.
” Pelaku ditangkap terkait dugaan pembuatan sertifikat vaksin palsu,” ucapnya.
Menurutnya, penangkapan pelaku dilakukan karena ada barang bukti sertifikat vaksin palsu yang dibuat pelaku.
“Oknum nakes tersebut, telah membuatkan sertifikat vaksi palsu terhadap belasan nelayan asal Labuhan Lombok,” katanya.seraya menuturkan, belasan nelayan tersebut, sebelumnya mereka pergi memancing hampir sembilan bulan di teluk Benoa Bali.
Saat akan pulang melalui pelabuhan Padangbae, tertahan oleh petugas karena tak bisa menunjukkan sertifikat vaksi.
Agar bisa pulang, salah seorang nelayan yang ikut diamankan tersebut, meminta bantuan ke oknum nakes tersebut guna dibuatkan sertifikat vaksin, dengan bayaran perorang sebesar Rp 200 ribu, dan sertifikat vaksin palsu tersebut dikirim ke nelayan yang meminta via whatsapp.
Setelah itu, para nelayan tersebut pergi menscan sertifikat tersebut. Setelah itu mereka menyerahkan ke petugas. Saat di lakukan pengecekan, barcodenya tak bisa muncul.
Atas dasar ini oknum nakes honda tersebut ditangkap Polda Bali.
“Seringkali kami mengatakan kepada teman – teman nakes yang ada di puskesmas,untuk tidak melakukan hal yang merugikan puskesmas maupun pribadi,” sebut Sartijah.
Sartijah juga menuturkan, sebelum rekannya ditangkap, prngakuan dari Tim, kalau pihaknya telah berkomonikasi dengan Dinas Kesehatan (dinkes) Lotim via telpon, Termasuk membawa salah seorang nelayan yang meminta dibuatkan sertifikat vaksin tersebut, saat menangkap pelaku
“Status oknum tersebut, sekarang ini bukan lagi sebagai tenaga honor, karena dinkes, telah membuat surat pemecatan saat ditangkap usai penangkapan, ” tuturnya.
