Mandalika Expo Ajang Promosi Produk UMKM
LOMBOKita – Bupati Lombok Tengah HM Suhaili Fadil Tohir menegaskan, kegiatan Mandalika Expo “Solah, Soleh, Soloh” yang digelar di eks PTP Puyung dihajatkan sebagai ajang promosi produk unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah ini.
Menurut Bupati Suhaili, para pelaku UMKM bersama seluruh Satuan Kerja Pelayan Masyarakat jajaran pemerintah Kabupaten Lombok Tengah diharuskan membuka stan dan mempromosikan hasil kreasi produksi masing-masing agar diketahui oleh masyarakat luas.
Kegiatan Mandalika Expo 2017 ini diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun ke-72 Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan pemerintah daerah, dan akan dijadikan kegiatan tahunan di daerah Tatas Tuhu Trasna (Tastura) ini. Kegiatan dilaksanakan di eks PTP Puyung atau lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat pembangunan Kantor Bupati Lombok Tengah berlantai lima yang pembangunannya dimulai akhir tahun ini.
“Seluruh BUMN, BUMD, Perusahaan Daerah, jajaran SKPM dan para pelaku Usaha Kecil dan Menengah harus mengikuti kegiatan ini,” ucap Bupati Suhaili FT saat membuka kegiatan Mandalika Expo 2017, Jumat (20/10/2017) malam.
Pantauan Lombokita.com, kegiatan Mandalika Expo ini tidak saja diikuti jajaran BUMN/BUMD dan jajaran SKPM dan pelaku UKM, tetapi juga beberapa stan diikuti organisasi kepemudaan, organisasi paralayang Lombok Tengah, Paguyuban Duta Lingkungan dan Persatuan Wartawan Lombok Tengah.
Bupati Suhaili juga mengatakan, selain menjadi ajang promosi hasil produksi masing-masing UMKM dan SKPM, kegiatan bertajuk Mandalika Expo ini juga sebagai ajang meningkatkan pengetahuan dan bertanya langsung tentang bagaimana proses pengerjaan hasil kerajinan.
“Masyarakat pengunjung Mandalika Expo ini bisa langsung bertanya kepada para penjaga stan, bagaimana proses pembuatan hasil produk unggulan, misalnya tentang kerajinan gerabah, maupun bagaimana menggali potensi di wilayah masing-masing. Silakan bertanya, jangan malu-malu,” tandas Bupati Lombok Tengah dua periode ini.
Itulah sebabnya, kata Bupati, para pegiat UMKM maupun jajaran SKPD dan BUMN/BUMD diharuskan mengikuti kegiatan Mandalika Expo ini. Masyarakat nelayan, koperasi, kelompok tani dan pengrajin gerabah dan sebagainya bisa memamerkan hasil produksi masing-masing untuk disajikan kepada masyarakat pengunjung, kalau ada yang merasa cocok dan diminati, bisa dijual langsung.
“Kepada masyarakat tani, silakan bertanya bagaimana cara bercocok tanam yang baik, bagaimana menggunakan pupuk dan festisida yang baik, hatta bagaimana cara memilih benih dan bibit tanaman yang baik sehingga hasilnya pun bisa maksimal,” kata Bupati.
Pada kesempatan itu juga, Bupati Suhaili menyentil adanya kelompok tani fiktif dan tidak jelas pengurus dan program kerjanya. Karena itu, dia akan memeriksa seluruh kelompok tani dan nelayan sekaligus akan menanyakan susunan pengurus dan program kerja selama setahun yang akan datang.
“Saya tidak ingin mendapat laporan “asal bapak senang.” Kalau sampai saya menemukan ada kelompok tani dan nelayan yang tidak jelas pengurus dan program kerjanya, akan saya coret. Jangan sampai, begitu mendapat bantuan langsung menghilang tanpa laporan. Saya akan langsung mengecek para kelompok tani dan nelayan,” tegas Bupati.
