Proyek Jembatan Sepi Pekerja. Ini Penjelasan PUPR Mataram

PUPR Mataram Tender Pembangunan Jembatan Sungai Jangkuk

LOMBOKita – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, membantah bahwa pelaksaan proyek pembangunan jembatan di Sungai Jangkuk, Kelurahan Dasan Agung, mangkrak karena tidak ada aktivitas pekerja.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram H Mahmuddin Tura di Mataram, Senin, mengatakan, tidak adanya aktivitas di areal proyek karena saat ini pihak kontraktor sedang melaksanakan pengelasan plat jembatan.

“Kontraktor mengerjakan pengelasan plat jembatan di ‘showroom’ mereka, setelah jadi barulah dibawa untuk dipasang,” katanya kepada sejumlah wartawan.

Hal itu dikemukakannya menanggapi kondisi lokasi proyek pembangunan jembatan di wilayah Dasan Agung tersebut yang sepi aktivitas sejak satu minggu lebih.

Tidak adanya aktivitas proyek di jembatan Dasan Agung yang pada 18 September 2017 sempat menelan seorang korban itu, membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah proyeknya sampai di sini atau dilanjutkan.

Proses pembangunan proyek yang dikerjakan oleh CV Limbu Indah dengan nilai proyek Rp2 miliar lebih itu, saat ini baru dikerjakan pembuatan fondasi di bagian utara dan selatan sungai.

Mahmuddin mengatakan, apabila proses fondasi telah selesai, tahapan selanjutnya adalah pembuatan plat jembatan, yang saat ini sedang dikerjakan pihak kontraktor.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, kontraktor tidak akan lari meninggalkan tugas karena kami juga punya pengawas,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pelaksanaan fisik pembangunan jembatan saat mencapai sekitar 40 persen. Sementara, 60 persennya berada pada proses pengerjakan bagian yang terberat yakni pembuatan plat.

Meskipun demikian, Mahmuddin tetap optimistis proyek pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Kelurahan Dasan Agung dengan Dasan Sari bisa selesai sesuai dengan kontraknya pada Desember.

Dengan demikian, pada awal 2018 jembatan itu sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai jalan alternatif untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas pada jam-jam tertentu.

Tapi, lanjutnya, jembatan yang dibangun ini khusus untuk kendaraan roda dua dan roda tiga tidak untuk roda empat, meskipun lebar jembatan tiga meter dengan bentangan sekitar 40 meter.

“Setelah jadi, akan dipasang potal agar kendaraan roda empat tidak melintas. Mengingat kawasan Dasan Agung merupakan permukiman padat penduduk,” katanya.