Danrem Beri Training Kepemimpinan Praja IPDN NTB

LOMBOKita – Komandan Korem 162/Wirabhakti Kolonel Infantri Farid Makruf, MA memberikan training kepemimpinan bagi Nindya Praja IPDN Kampus Nusa Tenggara Barat, Sabtu (21/10/2017).

Acara ini dihadiri Pembantu Direktur IPDN H Lalu Murdani, Kasi Ter Korem 162/WB, Pengasuh Praja Kampus IPDN NTB, Pasi Terdim 1620/Loteng serta ratusan Nindya Praja IPDN NTB.

Pada kesempatan ini, Danrem membawakan materi tentang wawasan kebangsaan dalam menghadapi era globalisasi. Danrem menegaskan, seorang praja harus menyiapkan diri sebagai calon pemimpin masa depan.

“Kalian harus punya kemampuan sebagai modal dasar menghadapi masa depan. Setelah lulus, saya hanya bermodalkan menguasai bahasa Inggris hingga saya lulus S2 di Inggris gara-gara kemampuan berbahasa Inggris,” ucap Danrem member semangat.

Terlebih saat ini, kata Danrem, di tengah terpaan arus globalisasi dan teknologi serba canggih, dimana penggunaan internet dan Sosmed merambah hingga ke pelosok desa. Kecanggihan teknologi ini pula yang dimanfaatkan para teroris menjalankan aksinya dan berimbas pada hubungan antarnegara.

Indonesia sejak dulu sampai sekarang bahkan sampai besok dan kelak, imbuh Danrem, akan terus menjadi incaran negara-negara lain. Karena bangsa ini diketahui sebagai bangsa yang subur.

“Belum lagi proxy war, Indonesia gonjang ganjing setiap hari, suhu politik semakin memanas, kelompok radikal dan meruncingnya isu SARA, penyalahgunaan narkoba dan sekarang banyak siswa yang salah jalan, seperti tawuran, merokok, narkoba dan sebagainya. Kalau kalian tidak mempersiapkan diri dari sekarang, maka masa depan bangsa ini bisa hanyut,” tegas Danrem.

Dalam sesi tanya jawab, Danrem menjelaskan, secara global yang diukur dengan kekuatan senjata, dan militansi personil prajurit, Indonesia masih menjadi negara yang paling ditakuti negara lain.

Danrem berkali-kali mengingatkan agar para pemuda khususnya para praja IPDN NTB sejak dini mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang semakin global di masa mendatang. Terlbih, alumni IPDN ini merupakan calon “panglima” di dalam dunia birokrasi pemerintahan.