Perahu Nelayan Lombok Utara Terbalik di Tengah Laut

Ilustrasi kepal nelayan tenggelam

LOMBOKita – Dua nelayan asal Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Suhaebi (29) dan Muhammad Mujasi (28) mengalami kecelakaan karena perahu yang dipakai menangkap ikan terbalik di tengah laut, Kamis.

“Meski mengalami kecelakaan, dua nelayan asal Desa Sorong Jukung itu dalam kondisi selamat,” kata Kepala Hubungan Masyarakat Kantor Badan Searc and Rescue Nasional(Basarnas) Kantor SAR Mataram Lanang Wiswandana.

Kantor SAR Mataram menerima informasi kecelakaan pelayaran tersebut dari anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara, Kamis, pukul 08.00 WITA.

Lokasi perahu terbalik dengan yang ditumpangi dua nelayan itu di sekitar perairan Sorong Jukung, Kabupaten Lombok Utara.

Menindak lanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Mataram menerjunkan tim pencari dari pos siaga SAR Bangsal untuk melakukan pencarian terhadap korban dengan menggunakan perahu karet.

Upaya pencarian juga melibatkan anggota BPBD Kabupaten Lombok Utara, anggota Kepolisian Sektor Gangga, dan nelayan setempat.

Lanang mengatakan saat proses pencarian, korban sempat beberapa kali berkomunikasi melalui telepon genggam dengan tim pencari untuk menginformasikan keberadaannya.

Setelah melakukan pencarian sekitar 2,5 jam, kedua korban baru berhasil ditemukan. Jarak penemuan korban dari lokasi kejadian ke arah utara pulau Lombok sekitar 9,5 mil laut atau 17,7 kilometer dari bibir pantai.

“Dua orang nelayan yang mengalami kecelakaan pelayaran tersebut berhasil ditemukan dalam keadaan selamat sekitar pukul 10.49 WITA. Mereka kemudian diserahkan ke pihak keluarga,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pos Siaga SAR Bangsal Lalu Muhammad Hilmi, mengatakan dua nelayan itu mengalami kecelakaan di tengah laut pada Kamis (19/20), sekitar pukul 01.30 WITA.

Perahu yang digunakan korban terhantam gelombang. Perahu yang berisi hasil tangkapan ikan mulai tenggelam karena beban muatan dan air yg masuk akibat gelombang yang cukup besar.

“Korban berhasil menghubungi pihak keluarganya pada saat itu juga untuk meminta bantuan kepada pihak terkait,” katanya.