Mataram Siap Sambut Kedatangan Jokowi

LOMBOKita – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, bersiap menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo yang dijadwalkan hadir pada 19 Oktober 2017 dalam kegiatan Konferensi Al Multaqa Nasional IV Alumni Al Azhar Mesir di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang di Mataram, Selasa, mengatakan sebagai salah satu persiapan menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah kota menjamin berbagai kegiatan fisik di areal Islamic Center steril.

“Di depan Islamic Center yang menjadi pusat acara pertemuan alumni Al Azhar, sedang ada kegiatan fisik penataan trotoar. Tapi sebelum hari H, kami jamin areal itu bersih termasuk berbagai material yang menumpuk,” katanya.

Hal itu dimaksudkan agar aktivitas fisik di kawasan tersebut tidak mengganggu berbagai proses acara, sekaligus memberikan nuansa yang indah, bersih dan nyaman bagi para tamu.

Apalagi, menurut informasi, katanya, Konferensi Al Multaqa Nasional IV Alumni Al Azhar Mesir dihadiri sekitar 1.500 orang, 400 orang di antaranya alumni Al Azhar dari 25 negara.

Oleh karena itu, ini merupakan kesempatan yang bagus bagi pemerintah daerah untuk mempromosikan berbagai potensi daerah dan memberikan pencitraan bagi para tamu.

“Kami tidak ingin ditegur Kepala Negara seperti yang dilakukan pada salah satu kota yang dikunjunginya,” kata Matawang sebelum memimpin rapat persiapan penyambutan Presiden.

Karenanya, untuk menjaga kebersihan, keindahan dan kenyamanan, pemerintah kota mengimbau masyarakat berpartisipasi menjaga keamanan di wilayah masing-masing.

“Keamanan menjadi faktor utama untuk menarik minat wisatawan berkunjung di daerah ini,” katanya.

Gubernur NTB Dr TGH Muhammad Zainul Majdi sebelumnya mengatakan, NTB sebagai bagian dari Indonesia telah mengamalkan Islam moderat. Hal ini yang menjaga Indonesia selama ini.

Tidak hanya itu, Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menilai penyelenggaraan Konferensi Al Multaqa Nasional IV Alumni Al Azhar ini bagian dari ekspose NTB sebagai daerah yang kondusif.

Masyarakatnya mayoritas Islam, namun saudara yang nonmuslim bisa hidup nyaman dan kondusif dalam suasana yang saling menghargai.

“Tugas kita kan perbanyak promosi tentang Islam moderat tentang Islam rahmatan lil alamin kepada dunia sehingga negara dunia bisa belajar ke sini,” ujarnya.

Konferensi internasional ini mengambil tema “Moderasi Islam Dimensi dan Orientasi” diselenggarakan atas kerja sama organisasi International Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB.