Penanganan Kawasan Kumuh di Mataram Telah Mencapai 75 Persen
LOMBOKIta – Koordinator Program KotaKu (kota tanpa kumuh) Kota Mataram Hartati mengatakan pelaksanaan program penanganan kawasan kumuh Mataram tahun 2017 sudah mencapai 75 persen dengan total anggaran Rp5,5 miliar.
“Pelaksanaan program penanganan kawasan kumuh pada 11 kelurahan tahun ini, sudah mencapai 75 persen, sisanya akan dituntaskan hingga akhir tahun ini sesuai dengan kontrak yang ada,” katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin.
Ia mengatakan, sebanyak 11 kelurahan yang menjadi sasaran penataan kawasan kumuh tahun ini adalah, Kelurahan Bintaro, Ampenan Tengah, Banjar, Ampenan Selatan, Tanjung Karang Permai, Kebon Sari, Dasan Agung, Dasan Agung Baru, Mojok Barat, Karang Baru dan Cakra Barat.
Intervensi yang dilaksanakan pada 11 kelurahan itu dalam bentuk penyediaan sarana dan prasana dasar masyarakat sesuai dengan target 100-0-100 (100 persen air bersih, 0 persen rumah kumuh, dan 100 persen pelayanan sanitasi.
Kegiatan yang sedang dilaksanakan saat ini adalah proses penyelesaian untuk pembuatan jalan, drainase, MCK komunal, dan instalasi pengelolaan air limbah (ipal) komunal.
“Selain jalan, pemugaran rumah tidak layak huni, program penanganan kawasan kumuh ini kita fokuskan ke sanitasi sebab kondisi sanitasi di 11 kelurahan tersebut masih buruk,” ujarnya.
Hartati menyebutkan, kondisi sanitasi di 11 kelurahan tersebut buruk, karena masyarakat di kawasan tersebut membuang limbah padat dan cairnya ke saluran drainase umum.
Semestinya, setiap rumah tangga yang memiliki MCK, juga harus membuat ipal atau minimal “septic tank”, sehingga limbah padat dan cair tidak bercampur dan tidak dibuang ke saluran umum.
Belum lagi perilaku masyarakat yang sering membuang sampah ke saluran memperparah kondisi drainase di 11 kelurahan tersebut.
“Meski demikian, kawasan kumuh di Kota Mataram ini rata-rata masuk kategori kawasan kumuh ringan, karena permasalahnya ada pada limbah,” ujarnya.
Diharapkan setelah adanya proses penanganan kawasan kumuh ini, dapat lebih meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mampu merubah perilaku masyarakat untuk bisa hidup sehat.
