Musim Hujan NTB Diperkirakan Akhir Oktober
LOMBOKita – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di Nusa Tenggara Barat akan terjadi pada akhir Oktober 2017, namun tidak merata di seluruh kabupaten/kota.
“Awal musim hujan tergantung pada zona musim setiap wilayah, sehingga musim hujan di NTB tidak akan datang bersamaan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Lombok Barat Tri Uji Prayitno, di Mataram, Kamis.
Ia menyebutkan NTB memiliki 21 zona musim dengan nomor zona musim 220 hingga 241. Sebanyak 1 zona musim atau 5 persen masuk musim hujan pada Oktober, 8 zona musim (38 persen) pada November, dan 12 zona musim (57 persen) pada Desember 2017.
Awal musim hujan akan datang paling cepat pada dasarian III atau akhir Oktober 2017 dimulai dari wilayah sekitar Kota Mataram dan sebagian Lombok Barat.
Sementara untuk Pulau Lombok secara umum akan terjadi pada November 2017.
Prayitno menambahkan wilayah Lombok Barat bagian selatan, seperti Sekotong, Lembar, akan mengalami awal musim hujan pada akhir November 2017.
Untuk wilayah Lombok Tengah dan sebagian besar Lombok Timur awal musim hujannya akan jatuh pada pertengahan November.
“Sementara wilayah Pulau Lombok yang paling lambat memasuki musim hujan adalah wilayah pesisir Lombok Timur, seperti Sambelia, Labuhan Haji. Perkiraannya terjadi pada pertengahan Desember,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan untuk Pulau Sumbawa secara umum awal musim hujan akan jatuh pada Desember. Dengan wilayah di Pulau Sumbawa yang paling cepat memasuki musim hujan adalah di Sumbawa bagian tengah seperti Batulanteh, Lenangguar pada pertengahan November.
Sementara untuk daerah lainnya di Pulau Sumbawa, umumnya awal musim hujanya akan dimulai pada awal hingga pertengahan Desember.
Jika dibandingkan dengan kondisi normalnya awal musim hujan 48 persen wilayah NTB awal musim hujannya mundur atau datang lebih lambat dari biasanya.
“Sementara 38 persen wilayah NTB datangnya awal musim hujannya sama dengan normalnya, dan hanya 14 persen wilayah NTB yang datangnya musim hujan lebih cepat dibandingkan dengan normalnya,” ucap Prayitno.
Menurut dia, meskipun sudah mulai turun hujan dalam beberapa hari terakhir di beberapa wilayah, namun curah hujannya masih dalam kategori rendah, yakni kurang dari 50 milimeter per dasarian.
Untuk diketahui bahwa dalam penentuan kriteria musim, BMKG menggunakan curah hujan sebagai parameter utamanya.
Definisi musim hujan menurut BMKG adalah apabila curah hujan yang terukur dalam periode 1 dasarian (10 harian) lebih dari 50 milimeter dengan diikuti 2 dasarian berikutnya.
Prayitno menambahkan normalnya musim hujan dimulai dari sebelah barat NTB. Hal itu disebabkan karena salah satu tanda masuknya musim hujan adalah mulai aktifnya angin baratan.
“Umumnya Pulau Lombok bagian barat, seperti Kota Mataram dan sekitarnya akan masuk musim hujan lebih awal,” katanya.
