Polsek Senggigi Ungkap Jaringan Curanmor Kalangan Pelajar
LOMBOKita – Aparat Kepolisian Sektor Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, berhasil mengungkap jaringan pencuri kendaraan yang terjadi di kalangan pelajar sekolah.
Kapolsek Senggigi melalui Kanit Reskrim Iptu I Made Dimas Widiantara yang dihubungi wartawan di Mataram, Rabu, mengatakan, terungkapnya jaringan pencurian ini berawal dari adanya laporan korban pada pekan lalu.
“Dalam laporannya disebutkan kalau telah terjadi tindak pidana pencurian kendaraan roda dua jenis Suzuki Satria F warna biru di parkiran SMKN 1 Batulayar,” katanya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung bergerak ke lapangan. Dari hasil penyelidikannya, pelaku pencurian mengarah ke seorang pelajar yang juga sekolah di SMKN 1 Batulayar.
“Inisialnya LAS (17), dia kita amankan langsung dari sekolahnya,” ujar Dimas Widiantara.
Berangkat dari interogasi LAS yang diamankan pada Selasa (3/10) siang, di rumahnya wilayah Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, polisi kembali melakukan penangkapan terhadap rekannya berinisial FA (17), yang tinggal diwilayah Mangsit, Kabupaten Lombok Barat.
“Jadi aksi pencuriannya dilakukan mereka berdua,” ucap Dimas Widiantara.
Terkait dengan barang buktinya, kedua pelaku mengaku telah menyerahkannya kepada AH (17). Karena itu polisi langsung melakukan pengembangan dan berhasil menangkap AH dirumahnya di wilayah Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat.
“Setelah kita amankan, kendaraan itu dikatakan ada dalam penguasaan MA (26). Yang bersangkutan langsung kita jemput di wilayah Kekalik, Kota Mataram,” ujarnya.
Kemudian setelah MA berhasil diamankan, dalam pengakuannya dikatakan bahwa Satria F warna biru itu telah dibongkar bersama rekannya berinisial ZF (22) dan sejumlah perlengkapannya telah dijual kepada RAM (15).
“Mesin, rangka dan boks kendaraan yang dijual ke RAM,” ucapnya.
Dari serangkaian hasil pengembangan di lapangan, polisi telah mengamankan seluruh peran yang terlibat ke Mapolsek Senggigi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Saat ini semua pelaku telah kita amankan untuk pemeriksaan mendalam,” kata Dimas Widiantara.
