Usai Perayaan Hari Jadi Lotim ke 126, Diwarnai Aksi Demo

LOTIM Lombokita – Usai perayaan hari jadi Lombok Timur ke 126 diwarnai aksi demo di depan kantor Bupati Lotim, yang Puluhan Mahasiswa Lombok Timur yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Lotim (Fosmastim)

Dalam aksinya pendemo membawa spanduk bertuliskan dihari jadi Lotim ke 126 tahun,dengan segala kebobrokannya,

“Kado spesial untuk hari jadi Lotim,”Penok” (penuh) masalah,” ucap para pendemo.

aksi mahasiswa ini dimulai di simpang empat BRI Selong, setelah itu melakukan long macrh ke kantor Bupati Lotim, aksi mahasiswa ini mendapat pengawalan dari aparat kepolisian.

” Di hari jadi Lotim ke-126 ini masih terjadi banyak persoalan yang belum bisa dituntaskan pemerintahan saat ini,” ungkap orator aksi, Ikka Nun dalam orasinya di depan kantor Bupati Lotim.

Selain menyampaikan orasi, massa aksi juga melantunkan puisi untuk Lotim yang sedang berulang tahun, hanya saja ditengah usia yang sudah lebih dari satu abad ini Lotim tak mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi.

” Banyak permasalahan yang terjadi di Lotim, seperti masalah pariwisata, sampah,perijinan tambang pasir, penyalahgunaan narkotika,infarstruktur,” ucap Ade Putra dalam orasinya.

massa aksi juga menyinggung terkait perbaikan infrastruktur jalan di wilayah Desa Lenek Ramban Biak jecamatan Lenek, yang kondisinya sangat memprihatinkan, jalannya berlubang, dan kurang mendapatkan perhatian pemerintah, padahal di wilayah itu ada BLK International. 

” Sangat ironis memang ditengah adanya bangunan megah berdiri, tapi kondisi infrastruktur jalannya kurang baik,” kata M.Hidayatul dalam orasinya.

Begitu juga mengenai masalah pariwisata dari pemerintah daerah dinilai berat sebelah dalam memperhatikan prioritas. Dengan hanya mempriotaskan satu titik saja,padahal lokasi wisata bukan itu saja.

Kemudian dalam aksinya mahasiswa juga menyoroti kondisi pantai Labuhan Haji yang dipenuhi sampah. Maka tidak salah kalau pantai Labuhan Haji dijuluki dengan pantai sampah, karena perhatian pemerintah daerah bersama dinas terkait dinilai sangat kurang.

” Kami juga berhak mempertanyakan pinjaman pinjaman pemerintah daerah sebesar Rp 90 Milyar di bank NTB syariah,” kata para massa aksi.

Kemudian setelah puas menyampaikan orasi dan tuntutannya para massa aksi diterima Asisten II Setdakab Lotim, Haris. Dengan menyampaikan kalau apa yang menjadi tuntutan massa aksi akan sampaikan ke pimpinan.

Setelah diterima massa aksi lalu menyampaikan pernyataan sikapnya,kemudian membubarkan diri dengan tertib dengan berjanji akan melakukan aksi lagi.

” Besok pagi kami bersama elemen lain akan melakukan aksi dengan massa yang lebih besar lagi,” kata Ade Putra mengakhiri orasinya.

‎‎