Optimalkan Lahan Sempit, KKN Unram Kembangkan Apotik Hidup di Masa Pandemi
LOMBOKita – Mahasiswa/i Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram yang tergabung dalam KKN Tematik 2021 terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk membantu meningkatkan ketahanan pangan dan pemanfaatan perkarangan yang sempit dan sulit jika bercocok tanam dengan keadaan lahan yang seadanya.
Menyadari kondisi tersebut, memberikan sebuah ide bagi mahasiswa/i KKN Universitas Mataram untuk menginisiasi sebuah program ketahanan pangan keluarga dengan membuat program kerja Apotik Hidup yang dianggap sangat tepat.
Bagaimana tidak, jika di sekitar rumah kita ada tanaman herbal maka kita tidak perlu kemana-mana untuk memenuhi kebutuhan imun keluarga.

Guna menyebarkan manfaat program tersebut, mahasiswa KKN Universitas Mataram memfokuskan Apotik Hidup di Dusun Penarukan Lauk Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat agar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
Jenis tanaman obat keluarga yang ditanam para mahasiswa dan mahasiswi tersebut antara lain Bangle, Sirih Merah dan sirih hijau, daun mint, Kumis kucing, Jahe Merah, Temulawak, Temu Ireng, kunyit Putih, Lengkuas, Jahe, Lempuyang/Bujak, Kencur, dan Sambiloto.
“Kami mendapatkan bibit melalui salah satu rekan KKN dan mendapatkan bantuan 14 bibit,” ungkap Ketua KKN Desa Kebon Ayu tahun hun 2021, Adhitya Juniarsa Paluanri.
Bibit tersebut ditanam di polibag dan pot dari plastik bekas yang dibuat langsung oeh kelompok mahasiswa KKN Unram.
Semua program kerja yang dilakukan tersebut dibimbing oleh Ir. Aluh Nikmatullah, M.Agr.Sc., Ph.D selaku Dosen Pembimbing Lapangan.
Kegiatan KKN Tematik Covid-19 ini berlangsung selama 45 hari terhitung sejak 21 Juni sampai 5 Agustus 2021. Namun lantaran terhalang pandemi Covid-19 dikurangi menjadi 30 hari.
Ketua KKN Tematik Unram di Desa Kebon Ayu Adhitya mengaku sangat antusias melihat program Apotik Hidup yang digalakkan itu karena menganggap kegiatan tersebut sangat tepat terutama saat wabah pandemi virus Corona melanda dunia termasuk Indonesia, khususnya di pulau Lombok provinsi Nusa Tenggara Barat.
“Apotik hidup ini merupakan proker utama yang sangat berdampak baik kepada masyarakat,” kata Adhitya.
Warga masyarakat setempat, menurut Adhitya, juga terlihat antusias karena adanya apotik hidup yang dibuat di depan TPQ Jihadul Qur’an Desa Kebon Ayu karena berdampak pada warga yang semakin menambah wawasan tentang obat-obatan alami yang ada di sekitar tempat tinggal..
Sementara itu, Kepala Desa Kebon Ayu, Jumarsa sangat mendukung program para mahasiswa KKN tematik di desa yang dipimpinnya itu.
Jumarsa mengungkapkan bahwa KKN tahun ini sangat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Desa Kebun Ayu.
Ustadz Dedi Satriawan S.PdI selaku pembina TPQ Jihadul Qur’an mengatakan program yang sangat bermanfaat lebih-lebih untuk adik-adik TPQ yang mengaji disini bisa mengenal sejak dini tentang tanaman herbal yang ada di Apotik Hidup.
