TGB Serukan “Perlawanan” terhadap Prancis
LOMBOKita – Ketua Organisasi Ikatan Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, Dr. KH. Zainul Majdi.,MA menegaskan bahwa dirinya mengecam keras tindakan presiden Prancis yang dianggap melakukan penghinaan terhadap nabi Muhammad Saw dengan melegalkan karikatur Rasulullah.
Hal tersebut disampaikan saat mengisi pengajian di masjid Hubbul Wathan Islamic Center Mataram, Jumat (30/10/2020).
Bahkan ia menyerukan kepada seluruh ummat Islam untuk membuat pembelaan sesuai dengan kemampuannya, baik itu dengan cara tidak mengkonsumsi produk-produk dari prancis seperti yang dilakukan oleh negara-negara di Timur Tengah maupun dengan tulisan-tulisan pembelaan terhadap Rasulullah.
“Belalah nabimu dengan cara yang baik, kalau punya WA suarakan, punya Facebook suarakan, buat tagar-tagar pembelaan, kalau misalnya biasa mengkonsumsi produk prancis tidak ada salahnya boikot saja,” tegas Gubernur NTB periode 2008-2018 ini.

Ulama yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini menganggap bahwa perbuatan presiden Prancis ini sangatlah keji, bukan hanya melegalkan karikatur nabi Muhammad dengan alasan kebebasan berekspresi, ia juga mempromosikan agar karikatur tersebut disebarkan.
“Karena pemimpi negara ini (Prancis) nyata-nyata mengajak untuk membenci rasul, bukan masalah karikatur, dia menyuruh sehingga banyak ditempel-tempel, itu karikatur yang sangat keji menurut saya, presiden ini mempromosikan. Ini menurut saya sangat jauh melampai batas,” terang TGB.
TGB juga mengatakan bahwa yang dilakukan oleh presiden Prancis ini menciptakan mudarat yang besar dan dapat memicu ketegangan antar ummat beragama di Dunia.
“Kita ini kan diajarkan untuk hidup aman damai, gara-gara dia yg berbuat seperti itu mengakibatkan ketegangan antara muslim dan yg lainnya,” jelas TGB.
Ia mengatakan bahwa tuga pemimpin itu adalah menyebarkan kebaikan dan kedamaian.
Namun demikian, diakhir penyampaiannya, TGB meminta kepada seluruh ummat Islam untuk tidak berbuat hal-hal yang tidak baik, hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang rahmatan Lil alamin.
“Tapi tidak boleh anarki. Sesuatu yang mulia harus diperjuangkan dengan cara yang mulia,” pesan Ketua Alumni Al-Azhar Kairo ini.
