Ramadhan di Tengah Pandemi Covid-19

Amar Alhaq, Mahasiswa Sosiologi / Kepala Divisi Pengabdian Masyarakat Himpunan Mahasiswa Sosiologi Unram 2020

Sebagai muslim tentunya kita sangat berbahagia dan gembira dengan datangnya bulansuci Ramadhan. Kebahagiaan dan kegembiraan ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT yang masih mempertemukan kita dengan bulan-Nya yang penuh kemuliaan.

Ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena saat ini di seluruh belahan dunia sedang dilanda Wabah Corona Virus Deaseas 2019 (Covid-19) yang secara resmi telah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi global pada Rabu (11/3/2020).

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, ini berdasarkan pada dalil hadist Nabi Rasulullah SAW yang artinya : ”Sungguh telah dating kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian.” (HR. Ahmad, An-Nasa’idan Al-Baihaqi). Dan juga bahwa setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan, maka Allah akan melipatgandakan pahalanya.

Secara Nasional, data terakhir jumlah kasus Covid-19 di Indonesia pada hari Rabu (13/052020) menujukkan bahwa sebanyak 15.438 orang dinyatakan positif Covid-19, sebanyak 3.287 orang dinyatakan sembuh dan sebanyak 1028 orang dinyatakan meninggal (www.covid19.go.id). Penyebaran Covid-19 yang begitu massif di seluruh Indonesia membuat pemerintah terus berupaya mencari solusi untuk mengurangi dan memberantas pandemi Covid-19 ini. Mulai dari penerapan psysical distancing hingga kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Tingkat kedisiplinan masyarakat menerapkan physical distancing masih rendah, ini dibuktikan dengan survei yang dilakukan oleh Alvara Research Publik pada tanggal 9 April 2020, menilai tingkat kedisplinan dan partisipasi warga menjalankan sociall / physical distancing di lingkungan mereka cukup rendah.

Zeinta Tour and Travel - Solusi Ke Baitullah
Zeinta Tour and Travel

Hasil survey menunjukkan hanya 8,3% menilai ‘Semuanya benar-benar patuh’. 38,7% menilai “Sebagian kecil mengikuti’, 50,2% menilai “Sebagian besar mengikuti’, dan 2,6% menilai “Tidak ada yang mengikuti’. Serta ada 0,2% menjawab “Tidak tahu”(https://is.gd/yGYGV2). Penulis menilai bahwa masih rendahnya kedisiplinan masyarakat ini karena kebijakan yang diterapakan pemerintah tidak dibarengi dengan jaminan bahwa pemerintah akan sepenuhnya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Pemerintah melalui Kemenag telah mengeluarkan surat edaran Kementrian Agama RI. No: SE.6 TAHUN 2020, tentang Panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri l Syawal 1441 H di tengah pandemic Covid-19. Tujuan dari surat edaran Kementrian Agama tersebut yaitu memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan Syariat Agama Islam sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, memutus mata rantai Covid-19 dan melindungi masyarakat muslim di Indonesia dari resiko Covid-19.

Masih adanya masyarakat yang melakukan ibadah di luar rumah bahkan ada yang melakukan aksi penolakan penutupan masjid. Kondisi seperti inilah yang mengkhawatirkan karna justru akan meningkatkan jumlah kasus pandemic Covid 19. Seperti yang terjadi pada tanggal 1 Mei 2020, masyarakat Desa Bengkel Lombok Barat melakukan aksi penolakan ditutupnya Masjid Jami’ Shaleh Hambali karena keberatan dengan kebijakan Pemerintah yang melakukan penutupan masjid selama wabah pandemi Covid-19. Karakteristik masyarakat yang kental akan nilai-nilai religious dan kebiasaan masyarakat yang guyub dan solider dalam hal beragama, membuat masyarakat sulit mentaati himbauan yang telah dilakukan pemerintah.

Menurut penulis, perlunya peran serta seluruh pihak seperti tokoh agama, tokoh masyarakat untuk membantu pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan ibadah di rumah. Dengan begitu membuat masyarakat menerima dan melaksanakan himbauan tersebut. Inilah kemudian secara otomatis menyebabkan berubahnya nilai dan norma yang ada di masyarat, seperti kebiasaan masyarakat di bulan suci Ramadhan melakukan ibadah di masjid ataupun mushola kini beralih untuk beribadah di rumah.

Seorang Tokoh Sosiologi bernama Max Wabber dalam teorinya tentang Tindakan Sosial mengatakan bahwa suatu tindakan disebut tindakan social apabila tindakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain, dan berorientasi pada perilaku orang lain.

Menurut Weber ini dunia terwujud karena tindakan sosial. Weber mengklasifikasikannya menjadi empat tindakan dasar, yang dibedakan dalam konteks motif para pelakunya:

  • Tindakan Rasionalitas Instrumental (berorientasi tujuan) adalah tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan pertimbangkan rasional, seperti orang belajar agar pintar.
  • Tindakan Rasionalitas Nilai (berorientasi nilai/berdasarkan nilai) adalah tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan nilai etis, estetis, dan religious.
  • Tindakan Afektif adalah tindakan yang dilakukan lebih berdasar factor emosi/perasaan.
  • Tindakan Tradisional adalah tindakan yang dilakukan karena sudah menjadi kebiasaan dan lazim dilakukan, seperti mudik waktu lebaran.

    Penulis menilai bahwa himbauan yang dilakukan pemerintah agar masyarakat melakukan ibadah di rumah termasuk ke dalam tindakan rasionalitas instrumental. Hal ini didasari pada tujuan pemerintah yang berusaha memutus matarantai Covid-19 dengan menghimbau masyarakat melakukan ibadah di rumah.

Pemerintah harus melakukan kolaboratif dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 ini. Kebijakan kolaboratif ini menurut penulis harus melibatkan seluruh pihak seperti masyarakat dan mengikutsertakan peran swasta agar agar saling bersinergi mengatasi Covid-19. Khususnya pada bulan suci ramadhan ini Pemerintah harus menggandeng tokoh masyarakat, tokoh agama untuk memberikan edukasi, nasehat dan peringkatan agar masyarakat mengikuti himbauan yang disampaikan oleh Pemerintah.

Terakhir, untuk menutup tulisan ini, penulis mengutif ungkapan yang disampaikan oleh Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin saat teleconference dalam sambutannya pada “Doa dan Dzikir Nasional untuk Keselamatan Bangsa.” Beliau mengatakan kita tetap bertawakal kepada Allah Swt, tetapi kita juga harus berusaha, harus berikhtiar, dan harus melakukan kasab.

Lakumakasabtum, bagimuapa yang akan kamu usahakan. Karena itu ulama mengajarkan kita supaya bersikap ikhtiaran dhahiran, itiraran batinan supaya kita ikhtiar secara lahiriah dan kita pasrah secara batiniah kepada Allah SWT.

* Amar Alhaq
Mahasiswa Sosiologi / Kepala Divisi Pengabdian Masyarakat Himpunan Mahasiswa Sosiologi Unram 2020

dewatogel88

dewatoto

dewaslot88

dewaselot

dewatoto

dewaselot

pilot138

dewatogel88

dewatoto88

pilot138

torpedo99

neko777

dewatoto

panenslot

ace99play

ace99play

slot anti rungkat

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

slot anti rungkat

slot starlight princess

mahjong ways 2

ace99play

ace99play

aceplay99

Alpha4d

alpha4d

alpa4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777

Pengamatan Perkembangan Konsumsi Konten Digital yang Menunjukkan Lonjakan Signifikan
Perubahan Pola Online Muncul Seiring Habanero Semakin Sering Terlihat
Struktur Analisis Alur Permainan Mahjong Ways Kasino Online melalui Momentum Sesi dan Aktivitas Gameplay
Elaborasi Sebaran Winrate Dinamis Mahjong Ways Terkait Pola Bermain dan Pergerakan Modal
Eksplorasi Mekanisme RTP Adaptif Mahjong Ways dalam Membentuk Pola Bermain Berdasarkan Jam dan Distribusi Modal
Interaksi Pengguna Mulai Berubah Ketika Mahjong Ways 2 Tampil Lebih Konsisten
Starlight Princess Hadirkan Bonus Bintang Premium dengan Peluang Hadiah Maksimal
Super Scatter Tawarkan Bonus Tambahan melalui Sistem yang Lebih Cepat
Pendalaman Pola Ritme Sesi Mahjong Ways Kasino Online terkait Spin dan Dinamika Permainan
Eksplorasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online dalam Observasi Premium dan Variasi Gameplay
Mahjong Ways Menyajikan Bonus Kombinasi Baru dengan Nilai yang Lebih Tinggi
Studi Pertumbuhan Platform Interaktif dalam Menunjang Hiburan Modern
Kajian Terkini tentang Perubahan Hiburan Digital di Era Mobile First
Eksplorasi Pola Ritme Permainan Mahjong Ways Kasino Online dalam Fase Akhir dan Variasi Gameplay
Interpretasi Sebaran Simbol Tinggi Mahjong Ways Kasino Online melalui Observasi Simbol Premium dan Dinamika Gameplay
Analisis Ritme Tumble Mahjong Ways Kasino Online berdasarkan Tempo Perputaran dan Perubahan Dinamika Gameplay
Pemetaan Pola Tumble Mahjong Ways Kasino Online dilihat dari Kecepatan Alur dan Tingkat Intensitas Permainan
Kajian Peran Scatter Mahjong Ways Kasino Online dalam Sesi Bermain Singkat serta Ragam Perubahan Gameplay
Pengamatan Variasi Tumble Mahjong Ways Kasino Online melalui Perubahan Tempo dan Hasil Gameplay yang Muncul
Telaah Mekanisme Tumble Aktif Mahjong Ways Kasino Online lewat Rangkaian Alur Beruntun dan Aktivasi Fitur Gameplay
Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online ditinjau dari Tempo Tumble dan Dinamika Gameplay
Karakter Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online dalam Tinjauan Tempo serta Intensitas Permainan
Eksplorasi Evaluasi Scatter Mahjong Ways Kasino Online pada Konteks Sesi Singkat dan Variasi Gameplay
Transformasi Frekuensi Tumble Mahjong Ways Kasino Online dalam Kerangka Tempo dan Keragaman Output Gameplay
Struktur Tumble Aktif Mahjong Ways Kasino Online berdasarkan Dinamika Alur Beruntun serta Pola Aktivasi Gameplay
Analisis Mahjong Ways 2 pada RTP PGSOFT untuk Membaca Dinamika Sistem Kasino Online
Mengulas Pola Mahjong Ways 2 dari Perubahan Aktivasi Kombinasi Simbol
Observasi Perilaku Simbol Mahjong Ways 2 untuk Melihat Arah Permainan
Dominasi Scatter Membuat Mahjong Ways 2 Masuk ke Fase Bermain Lebih Intens
Pola Berulang di Mahjong Ways 2 Mulai Menunjukkan Sinyal Stabilitas Permainan
Pendekatan Analitik Mahjong Ways Kasino Online pada RTP PGSOFT untuk Membaca Dinamika
Pendalaman Pola Mahjong Ways Kasino Online lewat Variasi Kombinasi Simbol Aktif
Pendekatan Observasional Mahjong Ways Kasino Online dalam Membaca Pergerakan Simbol
Saat Scatter Lebih Dominan, Mahjong Ways Kasino Online Masuk ke Fase Intensif
Ketika Pola Berulang Muncul, Mahjong Ways Kasino Online Menunjukkan Stabilitas Sistem