Mayat Nelayan Ditemukan Mengapung Setelah Menghilang Dua Hari di Teluk Awang

LOMBOKita – Mayat seorang nelayan yang diketahui bernama Amaq Mawar (47 tahun), warga Desa Kidang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah ditemukan mengapung di teluk Awang Desa Mertak Kecamatan Pujut, Senin (10/1/2020) sekira pukul 20.00 Wita.
Amaq Bunga dinyatakan hilang sejak Sabtu saat mengejar sampan yang diikat pada kerambanya terlihat putus. Korban yang saat itu sedang memancing ikan di pinggiran keramba seketika meloncat ke laut untuk mengejar sampannya terbawa arus ombak. Sejak meloncat ke laut itu, korban tidak muncul lagi ke permukaan air. Sampan korban yang terseret ombak itu ditemukan oleh nelayang yang baru pulang mancing, dan melaporkan kejadian itu kepada aparat.
Tim Basarnas, BPBD Lombok Tengah, TNI dan Polri yang dibantu masyarakat sekitar kemudian berusaha melakukan pencarian korban, namun hingga menghilang dua lalu belum ada titik terang keberadaan Amaq Mawar.
“Hujan disertai angin kencang serta gelombang yang cukup tinggi saat melakukan pencarian mengakibatkan petugas kesulitan. Saat dilakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian pun jarak pandang cukup terbatas,” jelas Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswanda.
Karena kondisi cuaca yang tidak kondusif itu, para petugas rencananya akan kembali melakukan pencarian besok pagi (Selasa). Namun, warga menemukan Amaq Mawar mengapung sekitar 50 meter dari kerambanya.
“Tetapi sekarang korban sudah ditemukan dan langsung dibawa pulang. Bahkan, menurut informasi dari pihak keluarga, jenazah Amaq Mawar akan langsung dimakamkan mala mini juga,” pungkas I Gusti Lanang Wiswanda.
