Budidaya Lobster Lotim, Ditinjau Kementeria Kelauatan

LOMBOKita – Menteri Kelautan dan Perikanan RI.  Edhy Prabowo didampingi Gubernur NTB  Zulkiflimansyah, Bupati Lotim HM Sukiman Azmy meninjau langsung Keramba Jaring Apung (KJA) salah satu tempat pembesaran benih lobster masyarakat Telong-elong Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur,

Disela kunker Menteri kelautan melakukan dialog dengan para nelayan, dan menyatakan komitmennya akan terus melakukan komonikasi dengan para pelaku usaha, nelayan termasuk pengusaha budidaya

”  Jangan ada yang mengeluh, Jangan sampai ada yang menangis, apalagi menderita. ini niat  saya begitu Jadi menteri,” jelasya.

Menyinggung Peraturan menteri No. 56 tentang penangkapan dan atau pengeluaran lobster dan rajungan dari wilayah NKRI Ia mengatakan,   memang ada niatnya untuk dievaluasi, sebagai langkah awal untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama ini terpendam di masyarakat untuk itulah Ia turun langsung jelasnya.

Untuk itu kedepannya akan ada pengaturan sehingga lobster ini dapat hidup berkelanjutan, setidaknya bibit yang mati dapat terkontrol. Jangan menangkap benih semuanya, kemudian dibesarkan tak tepikirkan oleh kita kelanjutan dari budidaya  kedepanya.

Edhy berniat setelah dibesarkan pada usia 3 bulan kita minta 5% atau 2% dikembalikan ke alam lagi kalau ini dikembalikan berarti ketakutan terhadap kepunahan Lobster di alam yang katanya akan berkurang nambah dari 2 kalinya kalau 2% saja.
Disamping itu Ia berjanji  akan bantu segala macam keperluannya seraya menunjuk   Dirjen budidaya untuk mempersiapkan kebutuhan petani budidaya.

Kembali ke Peraturan menteri No. 56 Ia mengatakan dari Sabang sampai Merauke  terdampak oleh Permen  tersebut, bukan hanya di NTB akan tapi di  seluruh Indonesia  jadi saya mengambil langkah ini bukan atas dasar keinginan pribadi atas dasar mendengar apa yang menjadi kelemahan selama 5 tahun saya jadi ketua Komisi IV akan evaluasi permen ini ujungnya.
sebelum kami keluarkan kami akan juga minta masukan-masukan bapak-bapak dan ibu-ibu dan sambil menunggu transisi saya mohon kepada Kepolisian Danlaud dan TNI angkatan darat maupun para penegak hukum dan ibu karantina tolong diawasi selama itu untuk melakukan pembesaran di keramba silakan saja tidak usah lagi ragu ragu dan takut silakan dulu nanti kita sambil berjalan himbaunya.

Ia Juga menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia,  untuk membangun komunikasi kepada nelayan, jangan ada nelayan yang merasa susah gara-gara pemerintah yang ke-2 membangun industri budidaya perikanan. dihaarapkan jangan hanya kerjanya nangkap saja namun tidak membudidayakanya  dalam rangka melakukan peningkatan budidaya ke depan siap menjaga lingkungan dengan aman siap berkomitmen menjaga keberlanjutan industri harapnya.