Mantan Wakil Ketua DPRD Lotim Kritik Oknum LSM Diajak Bimtek Dewan
LOMBOKita – Kritik dan pertanyakan terus mencuat dilontarkan kepada pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur yang mengajak oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) berangkat mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) di Jakarta dari tanggal 16 s.d 19 Desember 2019.
Kali ini datang dari Mantan Wakil Ketua DPRD Lotim,Hj.Ummi Sarkawi dengan mengkritik pihak lembaga dewan atau sekretariat dewan yang mengajak oknum LSM mengikuti bimtek dewan di Jakarta. Padahal itu merupakan kegiatan khusus untuk dewan dalam peningkatan kapasitasnya.
” Kenapa oknum LSM bisa diajak untuk mengikuti bimtek di Jakarta padahal itu murni kegiatan dewan ini menjadi pertanyaan kita,” kata Ummi Sarkawi saat diminta tanggapannya, Senin (23|12).
Ia juga mempertanyakan atas dasar apa ada oknum LSM mengikuti bimtek dan siapa yang merekomendasikan dan mengajaknya.Sehingga ini harus bisa dijelaskan oleh pimpinan dewan maupun Sekretariat Dewan agar menjadi jelas.
Karena pada masa dirinya menjadi anggota dewan pernah kejadian ada oknum LSM juga yang diajak berangkat kunjungan kerja (Kunker) ke luar daerah.Kemudian menjadi persoalan dan sempat ditangani aparat penegak hukum.Untuk kemudian anggaran yang digunakan berangkat oknum LSM itu disuruh mengembalikan.
Kemudian tidak itu saja, pada tahun 2018 lalu kita mendegar permasalahan dugaan penggunaan SPPD fiktif dan joki yang dilakukan 18 orang oknum anggota DPRD Lotim.
” Harusnya kesalahan masa lalu itu bisa menjadi pembelajaran bagi DPRD Lotim maupun sekretariat untuk tidak mengulangi masalah lagi,tapi kemudian kejadian terjadi lagi,” ujarnya.
Sementara itu, tambah politisi Hanura ini, bahwa
Bimtek adalah sebah program internal bagi anggota DPRD yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dan pehaman teknis bagi setiap anggota DPRD Lotim.
Maka anggota Dewan dapat melakasanakan tugas dan tanggung jawabnya secara baik dan benar dengan harapan peningkatan kualitas dari produk Dewan.
” Jadi mengajak oknum LSM dalam pelaksanaan bimtek itu tidak ada urgensi dan relevansinya sama sekali dengan tujuan dan manfaat bimtek itu sendiri,” paparnya.
Ummi juga mempertanyakan apa konsekwensi yang akan diterima dalam perjalanan bimtek dengan mengikutkan oknum LSM.Terutama dalam hal anggaran.
Karena konsekwensi terhadap penggunaan anggaran apabila hal ini tidak pernah dimasukkan dalam anggaran yang di ketuk. Maka diindikasi adanya dugaan penyimpangan anggaran adalah perbuatan pidana.
” Mengajak oknum LSM Bimtek apakah sudah dianggarkan ataukah tidak dalam anggaran ini harus dijelaskan,agar menjadi jelas,”tandasnya.
Pada pemberitaan sebelumnya Wakil Ketua DPRD Lotim, H.Daeng Paelori saat dikonfirmasi melalui watshapnya mengatakan dirinya tidak mengetahui juga, karena ketemu di bandara dan saya tanya saya kira mau ada kegiatan yang lain.
Akan tapi pihaknya akan mempertanyakan kepada Sekwan apakah ada enggak permohonannya mengenai keberangkan oknum LSM tersebut.
“Silahkan tanyakan ke media temannya berangkat,” kata Daeng.
Kemudian Wakil Ketua DPRD Lotim,H.Ruhaiman meminta untuk mempertanyakan langsung ke Ketua DPRD Lotim agar menjadi jelas..Sedangkan Wakil Ketua DPRD Lotim, Badran Achsyid mengaku dirinya tidak ikut berangkat karena akan melakukan operasi.
Kemudian Kabag Hukum dan Humas Setwan DPRD Lotim, H.Ahyan saat dikonfirmasi mengaku dirinya tidak mengetahui secara persis siapa dari media yang berangkat.
“Silahkan tanyakan langsung ke Pak Sekwan,sedangkan saya sendiri tidak tahu siapa yang berangkat,” pinta Ahyan.
Sementara Setwan DPRD Lotim,L.Dami Ahyani mengatakan memang ada yang berangkat dari media, sedangkan oknum LSM yang berangkat silahkan tanyakan ke yang berangkat dari Media.
” Silahkan tanyakan ke teman medianya saja ya,” kata Dami singkat.
Sementara Ketua DPRD Lotim, Murnan dalam penjelasannya mengatakan baik wartawan, LSM,asosiasi,termasuk forum kami juga fasilitasi,karena tidak ada keistimewaan satu dengan lain.
Sementara mengenai tidak berangkatnya dua orang anggota dewan dalam bimtek,karena yang satu sakit dan satunya ijin melaksanakan ibadah umroh.Dan tidak ada yang diwakili dalam bimtek tersebut.
” Dua orang anggota DPRD Lotim tidak berangkat,karena sakit dan pergi umroh,” tegasnya.
