Desa Tetebatu Selatan Dijadikan Kampung Edukasi Inggris

LOMBOKita- Salah satu desa wisata di Lombok Timur, Januari 2020 mendatang, akan melounching dan menobatkan Desa Tetebatu Selatan Kecamatan Sikur sebagai kampung edukasi Bahasa Inggris.
Untuk mewujudkan kegiatan tersebut, telah di siapkan anggaran Rp 1,7 miliar.

“Kampung Inggris ini nantinya mirip dengan kampung pare Kedriri Jawa Timur, yang sudah lama dikenal sebagai desa Inggris,” ungkap Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy di sela acara silaturahmi dengan insan Media di Desa Tetebatu Selatan, Selasa (17/12)

Menurut Bupati, untuk mewujudkan kampung Inggris ini, akan ada pembimbing teknis tenaga profesional yang di datangkan dari Pare.

“Kita siapkan anggaran pendampingan Rp 300 juta.” Katanya.
Dengan adanya kampung Inggris ini, dikatakan Bupati kedepannya desa Tetebatu Selatan akan alamai kemajuan, khususnya sektor pawisata/

“Dengan adanya kampung Inggris di DesaTetebatu Selatan ini, di harapkan bisa ditularkan di desa-desa lainnya di Kabupaten Lotim,” ucapnya, seraya mengatakan, hal ini salah satu wujud keseriusan Pemda Lotim dalam memajukan sektor pariwisata.

Lebih lanjut Sukiman mengatakan, Sektor pariwisata tetap menjadi salah satu program prioritas dalam kemepimpinnannya.

“Tahun ke empat era kepemimpinan Sukma ini pariwisata baru akan bangkit, dan diyakini akan menggeliat,” sebutnya.
Kepala Desa Tetebatu Selatan Zohri Rahman kepawa wartawan juga mengaku, menyambut baik desanya dinobatkan sebagai desa inggris.

“Konsep kampung inggris ini sudah lama dibicarakan dengan Bupati, dan siap memfasilitasi dan menerima tantangan tersebut guna memajukan desa wisata khususnya di desa Tetebatu Selatan ini,” paparnya..

Ketua Umum Asosiasi Pariwisata Islam Indonesia (APII) sebagai Inisiator Kampung Inggris, TGH Fauzan Zakaria mengutarakan, kehadiran kampung inggris ini salah satu program dalam percepatan kemajuan pariwisata di Lotim, dan salah satu desa yang dipilih menjadi contoh yaitu desa Tetebatu Selatan

“Konsepnya kampung Inggris ini di samping mempercepat edukasi kemampuan bahasa asing di destinasi wisata,” jelasnya,
Diyakini Fauzan, ke depan dengan adanya kampung Inggris di desa Tetebatu selatan ini, akan ramai industri membuka lembaga-lembaga kursus yang sama, . Sehingga perputaran ekonomi semakin cepat.
“ Di Pare Jatim, dalam kondisi low season rata-rata perbulan 5 ribu orang. Saat musim liburan sekolah, high season bisa sampai 15 ribu orang perbulan,” jelasnya.

Kalau dikalikan Rp 48 ribu perhari uang penginapan, uang sewa sepeda, uang makan minum dan biaya kursus maka akan terkumpul uang sebesar Rp 7,5 miliar. “Ini potensi perputaran ekonomi,” ucapnya.

Fauzan Zakaria juga membantah jika kampung inggris Tetebatu Selatan ini contekan dari Pare.
“Desa Pare beda dengan Tetebatu Selatan, Pare murni menjadi kampung inggris. Sedangkan Tetebatu Selatan sudah menjadi desa wisata. Pengembangannya saja nantinya akan ada kampung inggris,” jelasnya..