Tokoh Perempuan NTB Angkat Bicara Soal Polemik Pergantian Nama Bandara
LOMBOKita – Salah satu tokoh perempuan Nusa Tenggara Barat, Ummi Sarkawi yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Lotim angkat bicara soal polemik pergantian nama Bandara International Lombok (BIL)|Lombok International Airport (LIA) menjadi Bandara International Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) yang telah mendapatkan SK dari Menteri Perhubungan RI.
Menurutnya, soal pergantian nama BIL menjadi BIZAM tersebut sudah sangat bagus sekali dan kita dukung.Apalagi nama bandara itu merupakan sosok pahlawanan Nasional dari NTB.
Maka ketika ada oknum yang melakukan penolakan atas pergantian nama bandara tersebut. Tentunya patut kita pertanyaan atas dasar apa melakukan penolakan.
” Aneh saja dan diluar logika sehat bagi saya jika ada masyarakat menolak pergantian nama BIL menjadi BIZAM yang merupakan nama Pahlawan Nasional dengan melakukan demo,sedangkan di tempat lain semua nama bandara menggunakan nama pahlawan asal daerah tersebut,” tegas Ummi Sarkawi.
Oleh karena itu, lanjut Ummi yang juga pimpinan salah satu Ponpes di Sakra Barat ini menambahkan
nama pahlawan atas bandara seharusnya tidak di politisir. Karena para pahlawan tidak untuk dijadikan komoditas politik.
Sementara pemberian nama pahlawan terhadap bandara itu adalah cara sebagian besar masyarakat dalam mengabadikan/melestarikan nama pahlawan nasional. Hal ini agar tetap di kenang kiprah dan perjuangannya oleh generasi berikut,
” jika ada yang menolak tentu itu adalah sesuatu yang tidak beralasan sama sekali,” tuturnya.
Sementara itu, tambah Ummi Sarkawi, Penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Almagfurullahu Maulana Syeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid adalah bentuk apresiasi Negara melalui pemerintah Republik Indonesia atas perjuangan dan jasa beliau kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Maka pantas nama beliau abadikan untuk di kenang oleh para generasi berikut agar menjadi suri tauladan dalam membela masyarakat, bangsa dan tanah air.
” Tidak ada alasan untuk menolak nama bandara itu dengan BIZAM karena itu keputusan pemerintah pusat sebagai penghormatan atas Pahlawan Nasional asal NTB,” tandasnya.

13 Komentar
Pahlawan apa..
Kalau di perhitungkan,kakek sya pun pahlawan loh.., tpi yg jelas gua nyimak sja
Kalau ada yg tdk setuju biar saja nama tetap BIL toh klu berubah berarti menciptakan masalah spy tdk ada masalah iya sadarlah JANGAN DIRUBAH
Iyalah dia berbicara “sewaras itu”, oeang lotim admin minta tanggapan. Haddeehh
Astagfirullah kebo komentar anda sprti itu siapapun dia yg nmx tuan guru itu mengajak ke arah kebaikan
Sekalian ibu juga ganti nama
Hahaha
Warga loteng gak ada yg kenal org ini
Pllahlawan kedsiangan
Itu kan buat elo , masyarakat Lombok tengah juga harus diperhitungkan .
Jgn seenaknya .
Nama yg buruk sekali…
Sekalian semua nama tempat di Lombok dirubah dengan nama tuan guru ente
Komentar ditutup.