IKEA – ACT Bangun Pusat Bermain Anak dan PAUD di Lombok Utara
LOMBOKita – Pasca bencana gempa yang mengguncang Lombok Utara Agustus 2018 silam, menjadikan sejumlah fasilitas pendidikan rusak, Namun sejumlah pihak mengatensi untuk membenahi saran pendidikan yang tidak layak ditempati.
IKEA Indonesia dengan menggandeng Aksi Cepat Tanggap (ACT) membantu pembangunan pusat bermain anak dan PAUD di Lombok Utara.
Pusat bermain anak dan PAUD yang dibangun ini berada di dua lokasi, diantaranya di Dusun Sumur Pande Tengah Kayangan, Dan Di Dusun Muara Putat Kecamatan Pemenang.
Public Relations IKEA Indonesia Ririn Basuki, menyampaikan Visi IKEA adalah untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang.
Bagi IKEA, anak-anak adalah hal terpenting di dunia, karena mereka merupakan penerus generasi bangsa
“Kami memberi bantuan dengan menyediakan fasilitas bermain anak yang dilengkapi dengan permainan edukatif. Bangunan ini nantinya tak sekadar menjadi tempat bermain anak, tapi juga menjadi tempat belajar bagi para siswa PAUD yang sempat kehilangan tempat belajar saat gempa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fasilitas belajar PBA dan PAUD ini dibangun dari hasil penjualan produk Blue Bag IKEA sebagai bagian dari program keberlanjutan IKEA Indonesia bagi lingkungan dan masyarakat.
Dengan adanya fasilitas belajar dan bermain ini diharapkan dapat mendukung proses pemulihan psikologis masyarakat terutama anak-anak yang terdampak.
Sementara, Kepala Cabang ACT NTB Lalu M. Alpian menyampaikan adanya pusat bermain anak-anak ini sebagai terapi yg diharapkan berdampak baik, ia berharap setelah diresmikan tempat ini difungsikan.
“Banyak tempat pendidikan dan bermain yang masih belum berbenah yang perlu diintervensi, kita berharap adanya kolaborasi baik dengan pemkab dalam program pengembangan pendidikan,” ungkapnya.
Sementara, Kepala PAUD Harapan Bunda Sahlan menyampaikan dengan bantuan sarana gedung yang diberikan tentu sangat bermanfaat, karena dapat memberikan kenyamanan dalam belajar dan bermain anak, ditempatnya ada 20 an siswa PAUD, dan 100 anak yang belajar pada program TPQ.
