Ratusan Warga Gagalkan Pelantikan Perangkat Desa Tebaban
LOMBOKita – Ratusan warga Desa Tebaban Kecamatan Suralaga mendatangi kantor desa setempat, Senin (11/11/2019). Mereka melakukan aksi dan membatalkan jalannya pelantikan dan pengambilan sumpah perangkat desa yang telah dijadwalkan.
Massa menuding adanya “permainan” yang dilakukan panitia seleksi perangkat desa, sehingga warga tidak terima dan melakukan aksi..
Pantauan media ini di lapangan, Pemerintah Desa Tebaban telah mempersiapkan jalannya pelantikan perangkat desa. Bahkan telah melakukan gladi, namun ratusan warga datang menolak pelantikan tersebut.
“Kenapa dilakukan pelantikan?, sedangkan Camat menolak rekomendasi tersebut,” teriak warga di depan kantor desa Tebaban.
Massa aksi merangsak masuk ke halaman tempat akan berlangsungnya pelantikan. Sambil melakukan orasi dan membawa berbagai famplet yang membuat pemerintah desa dan tamu yang akan menghadiri undangan pelantikan jadi tidak konsen.
Bahkan massa aksi meminta kepada pihak desa untuk mengurungkan pelantikan tersebut, membuat suasana semakin menanas.
Pihak Polsek Suralaga yang melakukan penjagaan dan mengamanan di lokasi terpaksa meminta bantuan pengamanan ke Polres Lotim. Tidak berapa lama anggota Polres Lotim dengan dipimpin Waka Polres, Kompol Bayu Eko Panduwinoto bersama dengan Kabag Ops, Kompol Eko Mulyadi, Kasat Reskrim,AKP I Made Yogi Purusa Utama,SE, SIK bersama sejumlah perwira datang ke lokasi.
Para perwira Polres tersebut melakukan negoisasi dengan massa aksi terhadap apa yang menjadi tuntutannya. Dimasa aksi mempersilahkan pemerintah desa untuk melakukan pelantikan perangkat desa dengan catatan tim panitia seleksi harus bersumpah dan berani melakukan Talak Tiga dengan istrinya.
“Silakan panitia seleksi bersumpah dengan kalimat sumpah yang kami buat terlebih dahulu jika ingin melakukan pelantikan, tapi kalau tidak berani berarti memang betul ada kecurangan dalam proses seleksi perangkat desa tersebut,” kata koordinator aksi, Hadi.
Camat Suralaga, Iskandar bersama dengan pemerintah desa Tebaban melakukan mediasi dan hearing dengan massa aksi. Akan tetapi buntu.
Sementara Waka Polres Lotim,Kompol Bayu Eko Panduwinoto kemudian langsung mengambilalih untuk bernegoisasi dengan koordinator aksi massa. Dengan meminta kepada korlap menenangkan massa agar tidak terjadi gesekan antara massa pendukung yang setuju pelantikan dengan tidak.
Waka Polres menyampaikan pelantikan perangkat desa ini ditunda. Dengan permasalahan ini akan diselesaikan di Polres Lotim, Selasa besok. Dengan mengundang semua pihak terkait, termasuk panitia seleksi perangkat desa.
“Kalau nanti ada panitia yang tidak datang, maka kami akan panggil dan jemput, maka sekarang warga silahkan bubar dan berikan kepada kami untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut,” tegas Bayu Eko.
Setelah mendengarkan penjelasan Waka Polres lalu massa aksi membubarkan diri dengan tertib.
Sementara di tempat terpisah Camat Suralaga,Iskandar mengatakan proses seleksi perangkat desa telah sesuai ketentuan yang ada.
Massa meminta untuk melakukan seleksi ulang dan melakukan sumpah dengan lapaz yang disodorkan massa aksi tersebut. Sedangkan dari tujuh panitia seleksi perangkat desa yang hadir hanya lima orang,sedangkan dua orang tidak bisa hadir.
“Untuk masalah ini akan diselesaikan di Polres Lotim Selasa besok dengan mengundang semua pihak sehingga mudah-mudahan bisa selesaikan,” tegas Iskandar.
