Mahasiswa Lotim Bersuara Lantang Bubarkan BPJS
LOMBOKita – Puluhan mahasiswa Lombok Timur yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Untuk Demokrasi (LMND) melakukan aksi ke kantor DPRD setempat, Senin (11|11/2019).
Mereka secara lantang meminta agar pemerintah membubarkan BPJS karena dianggap merugikan rakyat.
“Kami minta BPJS dibubarkan saja lebih baik,” kata orator aksi, Novi.
Sebelum melakukan aksi di kantor DPRD, massa melakukan aksi di simpang empat BRI Selong, sambil membagikan selebaran dan membawa famplet, untuk kemudian melakukan long mach ke kantor DPRD Lotim sambil mendapatkan pengawalan dari aparat kepolisian.
“Kami menolak kenaikan iuran BPJS, karena dianggap memberatkan dan merugikan masyarakat, apalagi kenaikan sangat tinggi, tidak sebanding pelayanan yang diberikan kepada pengguna BPJS,” ujar orator aksi lainnya, M.Irwan Jayadi dalam orasinya di depan kantor DPRD Lotim.
Selain itu, para massa aksi juga meminta kepada pemerintah untuk mencabut peraturan presiden No 75 tahun 2019, Termasuk meminta untuk melakukan evaluasi sistim BPJS dan audit pengelolaan BPJS.
“Bupati dan DPRD harus bersikap masalah kenaikan BPJS ini jangan hanya diam,” teriak korlap aksi, Devianti.
Setelah puas menyampaikan aspirasnya, massa perwakilan aksi diterima anggota DPRD Lotim dan pihak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani masalah tersebut.
Massa kemudian membubarkan diri setelah membaca pernyataan sikap.
