SAMANTA : Data BPS Tidak Semua Benar
LOMBOKita- Yayasan Masyarakat Nusa Tenggara (SAMANTA) menilai kalau data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai masalah angka kemiskinan tidak semuanya benar. Hal ini terbukti dengan masih banyaknya persoalan dilapangan mengenai masalah tersebut setelah BPS merilis data.
” Saya melihat kalau data yang dikeluarkan BPS tidak semua benar,” tegas Direktur SAMANTA, Dwi Sudarsono kepada media di Majidi,Kecamatan Selong, Kamis (2|8).
Ia menjelaskan data yang paling benar bisa dipertanggungjawabkan kevalitannya yakni ada di desa. Dengan melalui hasil Musrembang Desa yang ada,karena semuanya data berada dari desa.
Begitu juga halnya mengenai masalah kemiskinan warga juga sangat jelas. Sehingga tidak bisa di manipulasi,karena semua orang mengetahui kalau bagaimana kondisi masyarakat yang ada di desa tersebut.
” Data Musrembang Desa itu yang kami anggap valid,apabila melihat data yang dikeluarkan BPS,” ujarnya.
Namun begitu, lanjut, Dwi, meski demikian pemerintah pusat sampai kabupaten tentunya menggunakan data yang dikeluarkan BPS. Dalam melihat mengenai masalah yang berkaitan dengan sosial masyarakat.
Meski pada satu sisi banyak persoalan yang terjadi dilapangan setelah adanya data BPS tersebut.Maka hal inilah yang tentunya menjadi perhatian pemerintah kedepannya dalam memberikan data yang valid ke masyarakat agar tidak menjadi permasalahan ditengah-tengah masyarakat.
” BPS keluarkan data tapi masih muncul persoalan baru ditengah-tengah masyarakat kita dengan ada yang tidak menerima dengan data itu,” tandasnya.
Ditempat yang sama Kepala Dinas Sosial Lotim, H.Raden Mulyanto Tejokusumo mengaku memang selama ini yang digunakan pemerintah daerah dalam melihat angka kemiskinan yang terjadi di Lotim setiap tahunnya. Dengan berasal dari BPS,meski dilapangan banyak memunculkan masalah di masyarakat.
” Pemerintah hanya menggunakan data BPS dalam melihat angka kemiskinan di Lotim,apakah mengalami penurunan ataukah tidak setiap tahunnya,”tandas Mulyanto.
Keterangan Foto : Direktur SAMANTA, Dwi Suharsono dan Kadis Sosial Lotim, H.R.Mulyanto Tejokusumo.
