Ibarat Buah Simalakama, Penyelesaian Masalah Ahmadiyah

 

LOMBOKita – Penyelesaian masalah jemaat Ahmadiyah Desa Greneng,K.ecamatan Sakra Timur yang saat ini berada di lokasi pengungsian Loka Latihan Kerja (LLK) Selong ibarat buah simalaka.Meski dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur telah berusaha untuk mencarikan solusi penyelesaiannya,akan tapi belum ada titik temu.

Karena pada satu sisi jemaat Ahmadiyah menginginkan untuk segera dipulangkan. Tapi tidak mau kembali ke ajaran Islam,sedangkan masyarakat Desa Greneng mau menerima asalkan Jemaat Ahmadiyah tersebut kembali ke ajaran Islam,begitu juga sebaliknya.

Demikian ditegaskan Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Lotim,H.Sudirman yang didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setdakab Lotim,Hanudin kepada wartawan sesuai pertemuan penyelesaian masalah jemaat Ahmadiyah di kantor Bakesbangpoldagri,Jumat (6|7).

” Bisa kita katakan penyelesaian Ahmadiyah ini ibarat buah simalaka kama maju kena mundur kena,tapi kami tetap mencari penyelesaian terbaik,” kata Sudirman.

Ia menegaskan masalah jemaat ahmadiyah untuk penyelesaian pertama itu aturan selama 40 hari dan sudah dilakukan,bahkan sudah mencapai 47 hari. Dengan menempatkan mereka di penampungan saat ini.

Kemudian langkah selanjutnya tentunya diantara kedua belah pihak akan di coba untuk rekonsiliasi.Maka itulah saat ini dilakukan dengan mengundang semua pihak terkait untuk bersama-sama mencari solusi yang terbaik atas masalah jemaat Ahmadiyah tersebut.

Sehingga nantinya mereka dapat dipulang ke rumah masing-masing dengan baik,tanpa adanya penolakan dari masyarakat sekitarnya yang berada di Desa Greneng.

” Cuman satu yang diinginkan warga Greneng jemaat ahmadiyah itu ijin melaihat kembali ke ajaran islam,namun hal inilah yang belum jemaat ahmadiyah memahami situasi,” tegasnya.

Oleh karena lanjut, Mantan Kasat Pol.PP Lotim,pihaknya akan secara bertahap untuk menyelesaikannya.Baik secara jangka pendek,menengah dan panjang.

Termasuk nantinya akan melakukan perbaikan rumah jemaat ahmadiyah.Dengan melakukan komunukasi antara Pemkab Lotim dan Pemprov NTB.Dan itupun kalau mereka kembali ke ajaran islam dan masyarakat mau menerimanya.

” Kalau tidak mau kembali bisa saja kita akan memberikan pilihan menjadi transmigrasi,menglokalisasi dan penyebarannya,” tambah Sudirman.

Sementara Plt Asisten I Setdakab Lotim, Hanudin saat diminta komentarnya enggan memberikan penjelasannya dengan menyerahkan sepenuhnya kepada Bakesbangpoldagri Lotim.

” Saya hanya orang yang diundang dalam pertemuan ini,sehingga alangkah baiknya Kaban Kesbangpoldagri Lotim yang memberikan keterangan kepada teman-teman media,” ujarnya.