Operasi Zebra Rinjani 2026, Polres Lotim Catat 559 Pelanggar, Pelanggar Didominasi Pengendara di Bawah Umur

Keterangan foto: Kasat Lantas Polres Lotim AKP Dani Agung Pratama

LOTIM LOMBOKita – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Timur mencatat sebanyak 559 pelanggar selama Operasi Zebra Rinjani 2026. Dari jumlah tersebut, 180 pelanggar dikenakan tilang dan 379 pelanggar diberikan teguran.

Kasat Lantas Polres Lotim, AKP Dani Agung Pratama mengatakan, jumlah teguran lebih tinggi dibanding tilang karena pihaknya lebih mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif.

“Kepentingan kami mengedepankan teguran daripada tilang. Dari 559 pelanggar, 180 tilang dan 379 teguran,” ujarnya.

Ia menilai kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sudah mulai meningkat. Hal itu terlihat dari angka pelanggaran yang ditindak, jauh lebih rendah dibandingkan wilayah lain yang mencapai ribuan pelanggar.

“Kesadaran masyarakat sudah meningkat, melihat dari angka pelanggaran yang ditindak. Beda dengan wilayah lain yang ribuan,” jelasnya.

Dani menjelaskan, pelanggaran yang diberikan teguran rata-rata kasat mata seperti tidak menggunakan helm dan lupa membawa surat-surat kendaraan. Sementara yang ditilang rata-rata karena tidak melengkapi kelengkapan berkendara seperti tidak membawa surat dan tidak menggunakan helm.

Setelah Operasi Zebra selesai, operasi rutin tetap berlanjut dengan pola yang ditingkatkan. Ia memastikan, selama operasi berlangsung tidak terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Operasi rutin usai Zebra ada yang ditingkatkan. Kecelakaan selama operasi tidak ada,” katanya.

Namun, ia menyoroti pelanggaran yang ditilang didominasi oleh pengendara di bawah umur. Karena itu, pihaknya mengimbau pentingnya pengawasan orang tua terhadap anaknya saat menggunakan kendaraan.

“Kami imbau kepada orang tua agar tetap mengawasi anaknya saat menggunakan kendaraan agar melengkapi kelengkapan kendaraan termasuk helm. Ini untuk mengurangi faktor risiko kecelakaan,” tegasnya.

” Mari kita sayangi anak kita yang masih di bawah umur, untuk tidak diberikan menggunakan kendaraan bermotor. ” Pesannya

Menurut Dani, penggunaan helm sangat penting karena dapat menjaga kepala dan mencegah hilangnya nyawa saat kecelakaan.

“Bagi pengguna kendaraan yang memasuki kawasan tertib berlalu lintas hendaknya menggunakan helm. Manfaat helm itu sangat besar menjaga kepala,” ujarnya.

Dalam menjaga keamanan, ketertiban, kelancaran dan tertib berlalu lintas, petugas terus memberikan imbauan di mana pun kepada pengguna jalan, termasuk melalui program polisi masuk sekolah, terutama oleh petugas lalu lintas.