IGI Lombok Timur Komitmen Kawal Status Guru P3K Paruh Waktu Menjadi Penuh Waktu
-
- LOTIM LOMBOKita— Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik di wilayahnya. Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian mendesak saat ini adalah memperjuangkan perubahan status guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu menjadi penuh waktu.
Ketua IGI Lombok Timur, Salman Alfarizi, menyampaikan bahwa langkah ini krusial guna mendongkrak pendapatan guru yang selama ini dinilai masih sangat minim. Menurutnya, penghasilan guru berstatus paruh waktu saat ini masih terbatas di angka Rp500.000 per bulan, bahkan di bawah besaran honorarium harian di luar tambahan pos anggaran tertentu.
”Hanya itu tugas untuk sementara yang mendesak. Kita akan konsolidasi dengan guru-guru yang ada,” tegas pengurus IGI dalam keterangannya.
Dalam memperjuangkan nasib para pendidik, IGI Lombok Timur terus membangun koordinasi intensif dengan pengurus IGI tingkat wilayah maupun pusat, serta menjalin komunikasi aktif dengan para guru di berbagai tingkatan.
Selain itu, IGI menyoroti pentingnya kejelasan regulasi bagi para guru honorer yang belum terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) atau belum berstatus resmi, terutama menyikapi wacana peniadaan guru honorer pada tahun 2027 mendatang.
IGI menilai bahwa kualifikasi guru di Indonesia sudah sangat layak untuk mendapatkan status dan pengakuan yang lebih baik, mengingat persyaratan dasar seorang pendidik saat ini minimal berijazah strata satu (S1).
Saat ini, jumlah anggota IGI di Lombok Timur telah mencapai lebih dari 600 orang. Jajaran pengurus menargetkan proses konsolidasi internal dapat rampung dalam waktu satu bulan ke depan sebelum melangkah ke agenda pelantikan resmi pengurus baru.
