Troy Waroka Ungkap Capaian MotoGP Mandalika 2026: Tenaga Kerja Naik, Investasi Asing Berdatangan
LOMBOKita — Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, tetapi juga mendorong penyerapan tenaga kerja lokal, pertumbuhan investasi, hingga peningkatan konektivitas transportasi di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Chairman MotoGP Mandalika 2026, Troy Waroka, mengungkapkan, jumlah tenaga kerja yang terserap mengalami peningkatan sekitar 16,7 persen. Khusus di wilayah NTB, tenaga kerja yang terlibat dalam penyelenggaraan ajang balap motor internasional tersebut tercatat mencapai sekitar 3.900 orang.
Selain penyerapan tenaga kerja, keterlibatan sumber daya manusia lokal juga terlihat dari bertambahnya jumlah marshal yang bertugas selama penyelenggaraan MotoGP. Total marshal tercatat mencapai 437 orang, termasuk 20 perempuan asal NTB.
Menurut Troy, peningkatan jumlah marshal perempuan tersebut menjadi perkembangan positif dibandingkan sebelumnya yang hanya melibatkan sembilan orang.
Ia juga menanggapi perhatian publik terhadap video viral tiga marshal yang tidak mengangkut pembalap menggunakan sepeda motor. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) dan profesionalisme petugas di lapangan.
Di sektor konektivitas, penyelenggaraan MotoGP 2026 turut mendapat dukungan dari berbagai maskapai penerbangan melalui penambahan jadwal penerbangan atau extra flight.
Tercatat sebanyak 66 penerbangan tambahan disiapkan untuk mendukung mobilitas penonton, terutama pada rute Lombok-Jakarta, Lombok-Bali, dan sejumlah rute lainnya.
Dukungan maskapai juga dilakukan melalui berbagai program promosi. Pelita Air, misalnya, melibatkan pilot, kopilot, dan awak kabin untuk mempromosikan MotoGP melalui pengumuman dari kokpit pesawat. Garuda Indonesia menghadirkan iklan khusus, TransNusa memberikan voucher senilai Rp150 ribu di setiap kursi penumpang, sementara Citilink turut menawarkan program promosi khusus.
Tidak hanya transportasi udara, konektivitas laut juga memberikan kontribusi terhadap kelancaran mobilitas penonton. Angkutan penyeberangan, khususnya dari Surabaya, mencatat peningkatan okupansi hingga 25 persen.
Troy menilai dukungan lintas moda transportasi tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kelancaran mobilitas penonton selama gelaran MotoGP Mandalika 2026.
Dari sisi investasi, kawasan The Mandalika juga menunjukkan perkembangan positif dengan masuknya investor asing, salah satunya dari Spanyol. Sejumlah rencana pembangunan vila dan hotel resor baru disebut tengah dipersiapkan untuk memperkuat kapasitas akomodasi kawasan pariwisata tersebut.
Salah satu aset yang telah berpindah kepemilikan kepada investor asal Spanyol adalah Al-Khasabah, yang sebelumnya merupakan wisma karyawan ITDC.
Sementara itu, tingkat kepuasan pengunjung atau customer satisfaction pada penyelenggaraan MotoGP 2026 berhasil melampaui target yang ditetapkan.
Troy menyebutkan, skor kepuasan pelanggan mencapai 4,56 dari target awal 4,4. Pengukuran tersebut dilakukan melalui kuesioner digital yang disebarkan pada 400 titik dan diisi secara daring menggunakan telepon pintar.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator positif terhadap pengalaman penonton selama mengikuti ajang balap internasional di Mandalika.
Dari sektor akomodasi, tingkat hunian hotel di Kota Mataram tercatat berada pada kisaran 95 hingga 100 persen. Bahkan, okupansi hotel di sekitar kawasan Mandalika mencapai 100 persen.
Tingginya permintaan kamar membuat sejumlah staf ITDC harus memanfaatkan fasilitas guest house agar ketersediaan akomodasi dapat diprioritaskan bagi tamu dan penonton yang datang ke Mandalika.
Dampak penyelenggaraan MotoGP juga terlihat dari jangkauan publikasi internasional.
Ajang tersebut disiarkan ke lebih dari 200 negara dengan potensi jangkauan sekitar 700 juta penonton di seluruh dunia.
Publisitas tersebut diperkuat melalui pemberitaan berbagai platform media, mulai dari televisi, media daring, hingga radio, baik sebelum maupun selama pelaksanaan balapan.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi agenda olahraga internasional, tetapi juga memiliki dampak berantai terhadap perekonomian daerah, penyerapan tenaga kerja, pengembangan investasi, serta penguatan citra pariwisata NTB di mata dunia.
