Dampak Kekeringan di Lotim, Kodim 1615 Catat 20 Desa Butuh Sumber Air dan Dorong Sumur Bor
LOTIM LOMBOKita – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mulai berdampak terhadap sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan air masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian jajaran Kodim 1615/Lombok Timur dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
Komandan Kodim (Dandim) 1615/Lombok Timur Letkol Inf. Hadiyansyah, S.I.P., mengatakan program ketahanan pangan merupakan salah satu program pemerintah yang harus terus didukung hingga tingkat desa.
Menurutnya, kondisi cuaca dan kemarau berkepanjangan saat ini telah memberikan dampak cukup serius, terutama di wilayah selatan Lombok Timur. Kekeringan menyebabkan produktivitas pertanian menurun dan mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
“Presiden sangat perhatian terhadap masyarakat, dari Sabang sampai Merauke melalui berbagai program. Salah satu program yang sangat kita dukung adalah ketahanan pangan, agar masing-masing wilayah dan desa bisa mandiri dalam ketahanan pangan,” kata Hadiyansyah, Kamis (13/8/2026).
Berdasarkan pendataan yang dilakukan jajarannya, terdapat sekitar 20 desa yang dinilai mengalami kekeringan dan membutuhkan sumber air.
Atas kondisi tersebut, pihaknya diperintahkan untuk terus melakukan pendataan sekaligus mendorong penyediaan sumur bor di wilayah yang membutuhkan.
“Sudah kami data, kurang lebih ada 20 desa di wilayah Kabupaten Lombok Timur yang mengalami kekeringan dan membutuhkan sumber air,” ujarnya.
Dandim menegaskan, penanganan kekeringan tidak hanya berorientasi pada penyediaan lahan untuk pertanian, tetapi juga memastikan ketersediaan sumber air sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan.
“Kalau lahannya kering, maka ketahanan pangan menurun dan hasil pertanian juga menurun. Program koperasi juga tidak akan maksimal terlaksana karena masyarakat mengalami kesulitan. Jadi kita harus memberikan solusi lain untuk mengatasi permasalahan yang ada di desa tersebut,” katanya.
Pemetaan dilakukan di seluruh 21 kecamatan di Lombok Timur. Desa-desa yang mengalami kekeringan paling parah akan menjadi prioritas dalam penanganan, termasuk melalui pembangunan sumur bor.
Menurutnya, penyediaan sumber air di desa memiliki keterkaitan dengan berbagai program pemerintah lainnya. Dengan ketersediaan air yang memadai, masyarakat diharapkan dapat tetap menjalankan aktivitas pertanian, meningkatkan produksi pangan, sekaligus memperkuat perekonomian desa.
“Semua program pemerintah memiliki korelasi dan keterkaitan masing-masing. Karena itu, permasalahan kekeringan harus segera dicarikan solusi agar ketahanan pangan dan program pemberdayaan masyarakat tetap berjalan,” pungkasnya.
