Bye-Bye Air Keruh! PDAM Lombok Tengah Sukses Bikin Air Kembali Jernih, Silakan Minum Sepuasnya!
LOMBOKita – Senyum lega kini kembali terpancar dari wajah warga Desa Penujak, Kabupaten Lombok Tengah.
Kekhawatiran mereka akan kualitas air bersih yang sempat keruh dalam beberapa hari terakhir akhirnya sirnah, setelah Perumdam Tirta Ardhia Rinjani memastikan pasokan air ke rumah-rumah warga sudah kembali jernih dan aman digunakan.
Berdasarkan hasil pengukuran terbaru menggunakan Turbidity Meter, tingkat kekeruhan air di wilayah tersebut berada di angka 2,52 NTU (Nephelometric Turbidity Unit).
Angka ini berada jauh di bawah batas maksimum standar baku mutu kesehatan yang ditetapkan sebesar 5 NTU.
”Begitu menerima laporan warga, tim teknis langsung melakukan penyesuaian proses pengolahan di Water Treatment Plant (WTP) Penujak dan memperketat pemantauan. Hasil produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Penujak secara keseluruhan tetap terjaga di bawah 3 NTU,” ungkap Kepala Bidang Produksi Perumdam Tirta Ardhia Rinjani, Aan Alfian, ST, Rabu (29/7/2026).
Penyebab Perubahan Warna Air
Aan menjelaskan bahwa perubahan kualitas air yang sempat terjadi dipicu oleh meningkatnya kekeruhan dan perubahan warna pada air baku dari Bendungan Batujai.
Situasi diperberat oleh pembukaan saluran irigasi yang membuat pasokan air baku tidak bisa masuk melalui unit pengolahan aerator seperti biasanya, sehingga beban pengolahan di WTP Penujak meningkat signifikan.
Kondisi ini terutama dirasakan oleh warga yang bermukim di titik pelayanan paling rendah atau di ujung jaringan distribusi.
Langkah Antisipasi dan Respons Warga
Untuk mencegah kejadian serupa, pihak Perumdam berencana mengintensifkan kegiatan flushing (pembilasan jaringan pipa) dan pengurasan endapan sedimentasi secara berkala.
Perumdam juga menyampaikan permohonan maaf jika proses pemeliharaan ini nantinya berdampak pada penyesuaian jadwal distribusi secara berkala.
Perubahan positif ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Yuliani, warga Dusun Toro, Desa Penujak, mengaku lega karena pasokan air ke rumahnya sudah tidak berwarna lagi.
”Sekarang airnya sudah jernih. Kemarin sempat berwarna hijau, tetapi alhamdulillah sekarang sudah normal kembali,” kata Yuliani.
Pihak Perumdam Tirta Ardhia Rinjani mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika masih menemukan kendala pada kualitas maupun aliran air.
Laporan warga akan menjadi acuan bagi petugas untuk langsung turun ke lapangan demi memastikan seluruh pelanggan mendapatkan akses air bersih yang memenuhi standar kesehatan.
