Ribuan Anak Ikut Meriahkan Peringati HAN ke-42, Sekda Lotim: “Suara Anak Harus Sampai Langsung ke Meja Bupati”.

Keterangan foto : Sekda Lotim HM Juaini Taofik bersama istri Bupati Ny Ain Haerul Warisin merayakan HAN tingkat kabupaten di taman kita Selong. Ahad

LOTIM LOMBOKita– Taman Rinjani Selong dipenuhi tawa anak-anak, Minggu (9/8/2026). Ribuan balon, lagu, dan yel-yel mewarnai peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Lombok Timur.

Namun di balik kemeriahan itu, pemerintah daerah menyampaikan pesan serius terkait perlindungan anak.

Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik yang hadir mewakili Bupati menegaskan satu hal penting: suara anak harus sampai langsung ke meja Bupati, bukan berhenti di kepala OPD.

“Anak-anak kita ini masa depannya Lombok Timur. Kalau programnya hanya disampaikan ke dinas, lalu mentok di anggaran dan koordinasi, untuk apa? Kepala daerah harus dengar langsung,” kata Sekda di hadapan anak-anak, orang tua, dan unsur Forkopimda.

Sekda menyebut tantangan perlindungan anak saat ini sudah tidak sesederhana dulu. Ancaman datang dari dua arah.

Di dunia nyata ada kekerasan dan perkawinan usia anak. Di dunia maya, ada kelompok terorganisir yang menyasar anak-anak melalui media sosial dan aplikasi komunikasi.

“Ini serius. Kami sudah lakukan tracing bersama Densus 88 dan Polres. Tapi tidak cukup aparat saja. Pengadilan agama, PKK, GOW, komunitas, semua harus masuk,” tegasnya.

Soal perkawinan anak, ia meminta langkah pencegahan dilakukan “ke hulu”. Aturan diperkuat, kampanye digencarkan, dan ASN diminta memberi contoh dalam keluarganya sendiri.

Data yang dipaparkannya membuat hadirin terdiam. Jumlah anak di Lombok Timur saat ini mencapai 526.320 jiwa. Jumlah itu lebih besar dari populasi beberapa kota besar di Indonesia.

“Bayangkan, lebih dari setengah juta anak ada di pundak kita. Kalau kita gagal menjaga mereka, siapa yang akan bangun Lombok Timur 20 tahun lagi?” ujarnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Lombok Timur Hj. Ra’yal Ain Warisin menambahkan pesan yang lebih hangat. Ia mengajak para orang tua kembali ke hal-hal sederhana.

“Peluk anak, cium anak, tanya bagaimana sekolahnya. Kasih makan bergizi, batasi gawai, dan dukung hobinya. Titip anak-anak kita sebagai generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045,” pesannya.

Kepada anak-anak, Ra’yal berpesan agar saling menjaga teman, tidak mudah percaya orang asing di dunia maya, dan tetap hormat kepada orang tua serta guru.

Peringatan HAN tahun ini menjadi pengingat bersama. Negara, pemerintah daerah, lembaga, sekolah, dan keluarga punya tugas yang sama.

Menjaga 526 ribu anak Lombok Timur agar tumbuh sehat, aman, berani bersuara, dan siap menjadi pemimpin masa depan.