Bukan Cuma Teori, Program “BESTI” Ajarkan Siswa Loteng Bertani Demi Ketahanan Pangan

LOMBOKita — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah resmi meluncurkan program BESTI (Bersama Siswa Tanam Cabai Atasi Inflasi) sebagai bagian dari Gerakan Menanam Cabai (GMC) berbasis sekolah.

Peluncuran dipusatkan di SMPN 1 Praya Tengah pada Sabtu (1/8/2026) dan diikuti secara daring oleh sekolah se-Kabupaten Lombok Tengah.

​Wakil Bupati Lombok Tengah, Dr. H. M. Nursiah, menegaskan bahwa penanganan inflasi komoditas cabai memerlukan langkah strategis yang melibatkan dunia pendidikan. Lewat program ini, siswa diajarkan nilai ketahanan pangan, kepedulian lingkungan, dan kemandirian sejak dini.

​”Program ini memiliki nilai, komitmen, dan inovasi. Saya berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya di lingkungan sekolah,” ujar Nursiah saat membuka acara.

​Nursiah juga mendorong keterlibatan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk pendampingan teknis, serta berharap program ini dapat diperluas hingga ke lingkungan pondok pesantren.


Tahap Awal dan Pembagian Bibit
​Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, Drs. H. Lalu Idham Halid menjelaskan bahwa BESTI merupakan bentuk dukungan sektor pendidikan terhadap sembilan langkah strategis nasional pengendalian inflasi.

​Pada tahap awal, program ini melibatkan 86 SMP di 12 kecamatan serta 165 SD di Kecamatan Praya, Praya Tengah, dan Jonggat dengan alokasi bantuan:

​SMP: Menerima 125 bibit cabai per sekolah.
​SD: Menerima 50 bibit cabai per sekolah.

​Pihak sekolah bertanggung jawab menyediakan lahan dan merawat tanaman agar dapat berproduksi secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Melalui sinergi bersama kelompok tani dan PPL, Pemkab Lombok Tengah optimistis program BESTI dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi daerah.